Viral di Gowa: Pelaku Pelecehan Anak Disabilitas Diseret Keliling Kampung oleh Massa Hingga Tewas  

BERITA, HUKRIM681 Dilihat

Gowa, Grandisma.com – Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria yang diduga sebagai pelaku pelecehan seksual terhadap anak disabilitas diseret keliling kampung oleh massa viral di media sosial.

Insiden ini terjadi di daerah Parang-Parang Tulau, Kelurahan Cikoro, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, pada Rabu (3/12/2025).

Pelaku yang diketahui bernama Ali alias Pade, sebelumnya dilaporkan oleh keluarga korban atas dugaan penganiayaan dan pelecehan seksual terhadap T, seorang anak penyandang disabilitas.

Menurut laporan, Ali kerap meneror warga sekitar dan akhirnya melakukan aksi bejatnya saat T berada sendirian di rumah.

Setelah dilaporkan, Ali melarikan diri dan menjadi buronan. Namun, warga yang geram dengan perbuatannya terus melakukan pencarian hingga akhirnya berhasil menangkap Ali.

Amarah warga pun memuncak, dan mereka memutuskan untuk menghukum Ali dengan cara menyeretnya keliling kampung hingga tewas.

Video yang diunggah oleh akun Instagram @surya_dharmayani memperlihatkan seorang pria terbaring di jalan dengan kaki diikat ke sebuah sepeda motor.

Massa kemudian mengarak pria tersebut keliling kampung, sebagian berjalan kaki dan sebagian lagi mengendarai sepeda motor.

“Pelaku pemerkosaan dan penganiayaan yang terjadi di Parang-Parang Tulau sempat buron beberapa hari dan hari ini sudah didapat lalu diseret massa, lewat depan rumahku,” tulis akun tersebut dalam keterangan video.

Tindakan main hakim sendiri ini menuai beragam reaksi dari warganet. Sebagian mendukung aksi warga karena geram dengan perbuatan pelaku, namun sebagian lainnya menyayangkan tindakan tersebut karena melanggar hukum.

Pihak kepolisian dan forum kemitraan polisi dan masyarakat (FKPM) Tompobulu sebelumnya telah mendatangi rumah korban dan membawanya ke rumah sakit untuk divisum. Hasil visum membenarkan adanya pelecehan dan penganiayaan terhadap T.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai perkembangan kasus ini. Namun, hal ini menjadi perhatian serius dan diharapkan dapat segera ditangani sesuai dengan hukum yang berlaku.

Insiden ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk tidak main hakim sendiri dan selalu menyerahkan penanganan kasus ke pihak berwajib.

Di sisi lain, kasus ini juga menyoroti pentingnya perlindungan terhadap anak-anak, terutama mereka yang memiliki disabilitas, dari tindak kekerasan dan pelecehan seksual.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *