Tim Pengabdian Unimor Dampingi Kelembagaan Desa di Subun, BPD dan BUMDes Jadi Fokus Utama

TTU, GRANDISMA.COM – Universitas Timor (Unimor) memperkuat komitmen dalam mendukung pembangunan desa di kawasan perbatasan RI-RDTL melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan pada Jumat (5/12/2025).

Kawasan perbatasan yang sering menghadapi tantangan akses sumber daya dan kapasitas manusia menjadi landasan Unimor untuk terus berperan aktif dalam memberdayakan lembaga lokal.

Fokus pendampingan kali ini ditujukan khusus kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Subun, Kecamatan Insana Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Desa yang terletak di pinggiran perbatasan ini dipilih setelah tim Unimor melakukan analisis bahwa kinerja kedua lembaga tersebut masih membutuhkan dukungan teknis untuk memaksimalkan peran dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerintahan desa yang baik.

Tim pengabdian yang menggelar kegiatan ini terdiri dari para dosen Unimor dengan keahlian beragam di bidang pemerintahan, sosial, dan manajemen, yaitu Pionisius Minggu, S.Sos., M.AP. (ketua tim), Marisa SB Seran, S.AB., M.AB., Yohanes Imanuel Naif, S.IP., M.Si., dan Bernadus Ghawa Rado, S.Fil., MM.

Setiap anggota tim membawa wawasan dan pengalaman praktis yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik peserta.

Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas dan kapabilitas BPD serta BUMDes agar lebih efektif dan efisien dalam menjalankan tugas dan fungsi.

Tidak hanya memberikan materi teori, tim Unimor juga menyajikan pemahaman praktis yang dapat langsung diterapkan oleh para peserta dalam menangani permasalahan sehari-hari.

Materi yang dibahas cukup komprehensif, meliputi Tata Kelola Pemerintahan Desa yang Baik (guna meningkatkan transparansi dan akuntabilitas), Pemetaan Potensi Desa (untuk mengidentifikasi sumber daya lokal yang dapat dimanfaatkan), Pengelolaan Keuangan BUMDes (agar dana desa dikelola dengan baik dan produktif), serta Peran Strategis BPD dalam Membangun Desa (untuk memperkuat peran lembaga sebagai perwakilan masyarakat).

Setiap sesi materi dirancang agar saling terkait guna membangun pemahaman yang utuh.

Kepala Desa Subun, Frederikus Naisoko, menyampaikan apresiasi tinggi kepada tim pengabdian Unimor atas inisiatif dan kontribusi yang diberikan.

Dalam sambutannya, ia mengakui bahwa selama ini BPD dan BUMDes di Subun sering menghadapi kesulitan dalam memahami prosedur kerja yang benar, sehingga pendampingan ini sangat berharga dan datang tepat pada waktunya.

“Kami sungguh berterima kasih kepada Unimor. BPD dan BUMDes adalah dua pilar penting dalam pembangunan desa – BPD sebagai suara masyarakat dan pengawas, sedangkan BUMDes sebagai motor ekonomi lokal,” ujar Frederikus.

Ia menambahkan, “Dengan pendampingan ini, kami berharap keduanya dapat bekerja lebih optimal untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Subun yang sesungguhnya.”

Ketua tim pengabdian, Pionisius Minggu, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

Ia menekankan bahwa Unimor selalu berusaha menjembatani kesenjangan antara pengetahuan akademis dan kebutuhan masyarakat, terutama di daerah-daerah yang kurang terjangkau seperti kawasan perbatasan.

Pionisius berharap bahwa melalui pendampingan ini, BPD dan BUMDes di Desa Subun dapat menjadi motor penggerak yang kuat untuk membangun desa yang mandiri dan berkelanjutan.

Ia juga berharap hasil kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di kawasan perbatasan, sehingga manfaatnya dapat merambat lebih luas dan memberikan dampak yang lebih besar bagi pembangunan daerah.

“Kami dari Unimor merasa memiliki panggilan untuk berkontribusi dalam pembangunan desa, terutama di kawasan perbatasan yang memiliki peran penting bagi keamanan dan kesejahteraan negara,” kata Pionisius.

Ia menambahkan, “Semoga pendampingan ini memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan, sehingga BPD dan BUMDes dapat mengatasi berbagai tantangan yang akan datang.”

Salah satu pemateri, Yohanes Imanuel Naif, S.IP., M.Si., yang juga dosen Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unimor, memfokuskan materi pada penguatan kapasitas BPD dan peran strategisnya.

Dalam penjelasannya, Yohanes menekankan pentingnya pemahaman mendalam terhadap tiga fungsi utama BPD sesuai Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, yaitu membahas dan menyepakati peraturan desa, menyalurkan aspirasi masyarakat kepada pemerintah desa, serta mengawasi kinerja Kepala Desa dan aparatur desa.

Ia juga memberikan contoh kasus nyata tentang bagaimana BPD yang berperan optimal dapat mengubah wajah desa.

“Badan Permusyawaratan Desa (BPD) bukan hanya lembaga formal semata, melainkan lembaga yang mewakili suara masyarakat secara langsung dan menjadi mitra kerja penting Kepala Desa,” jelas Yohanes.

Ia menambahkan, “Oleh karena itu, peran dan kedudukannya harus diperkuat agar semakin maksimal dalam mendukung pembangunan desa yang merata dan berkelanjutan.”

Antusiasme para peserta terlihat jelas melalui partisipasi aktif dalam diskusi dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Banyak peserta mengajukan pertanyaan tentang pengelolaan dana BUMDes yang terbatas, penyampaian aspirasi masyarakat yang beragam, dan cara melakukan pengawasan yang efektif tanpa menimbulkan konflik.

Tim Unimor menjawab setiap pertanyaan dengan sabar dan memberikan solusi praktis.

Kegiatan pendampingan yang berlangsung selama sehari penuh ditutup dengan penyerahan Buku Panduan BPD yang berisi panduan praktis menjalankan tugas, serta sesi foto bersama yang meriah di halaman balai desa.

Untuk diketahui, kegiatan pedampingan ini akan dilanjutkan dengan pemantauan dan bimbingan lanjutan, hal ini dilakukan dengan tujuan agar dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi peningkatan kapasitas BPD dan BUMDes serta mendorong terwujudnya pembangunan desa Subun yang lebih baik, merata, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *