Wamen PANRB Puji Tata Kelola NTT Mart dalam Memberdayakan UMKM Lokal

BERITA, DAERAH, EKONOMI11 Dilihat

Wamen PANRB Puji Tata Kelola NTT Mart dalam Memberdayakan UMKM LokalKUPANG, GRANDISMA.COM – Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Purwadi Arianto, memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam mengelola NTT Mart Palapa.

Dalam kunjungannya pada Senin (11/5/2026), ia menyebut gerai ini sebagai standar emas baru dalam pengorganisasian produk rakyat secara profesional.

​Kunjungan yang dilakukan di jantung Kota Kupang tersebut bertujuan untuk melihat sejauh mana integrasi pelayanan publik mampu mendorong sektor ekonomi riil.

Purwadi mencermati bahwa NTT Mart bukan sekadar toko oleh-oleh, melainkan sebuah ekosistem yang diorkestrasi dengan manajemen modern, mulai dari kurasi produk hingga sistem transaksi digital.

​”Saya melihat bagaimana UMKM di sini diorkestrasi secara luar biasa. Penataannya, cara penyajiannya, hingga aspek legalitas produknya sudah sangat rapi,” ujar Purwadi saat berkeliling gerai didampingi Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma.

Menurutnya, keramahtamahan petugas (hospitality) menjadi kunci utama dalam menciptakan pengalaman belanja yang berkesan bagi wisatawan.

​Reformasi birokrasi, lanjut Wamen, harus berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. NTT Mart dinilai sukses menerjemahkan instruksi Presiden mengenai penguatan penggunaan produk dalam negeri melalui penyediaan wadah yang representatif.

Keberhasilan ini diharapkan dapat direplikasi oleh instansi pemerintah di provinsi lain sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi.

​Purwadi juga menyoroti pentingnya keberlanjutan dari model bisnis ini. Ia berharap pemerintah daerah terus konsisten menjaga standar pelayanan agar kepercayaan konsumen tetap terjaga.

Penataan yang estetik dan penyajian informasi produk yang jelas disebutnya sebagai daya tarik yang membuat pengunjung betah berlama-lama mengeksplorasi kekayaan NTT.

​Selain aspek bisnis, Wamen PANRB juga melihat adanya sinkronisasi antara perizinan usaha dengan akses pasar.

Banyak pelaku UMKM yang kini lebih mudah mendapatkan nomor induk berusaha (NIB) karena adanya motivasi untuk bisa memajukan produk mereka ke dalam rak-rak eksklusif di NTT Mart.

​Kunjungan ini diakhiri dengan diskusi singkat mengenai pengembangan pasar digital bagi NTT Mart.

Purwadi mendorong agar produk-produk yang ada segera diintegrasikan ke dalam platform e-commerce nasional agar jangkauan pasarnya tidak terbatas pada pengunjung yang datang ke Kupang saja, melainkan ke seluruh penjuru dunia.

​Pemerintah Provinsi NTT menyambut baik masukan tersebut. Dengan adanya dukungan moral dari Kementerian PANRB, optimisme untuk menjadikan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah semakin menguat, sekaligus membuktikan bahwa produk lokal mampu bersaing di level premium.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *