Wagub NTT Tinjau Lokasi Terdampak Angin Puting Beliung di Kelurahan Bello

BENCANA, BERITA, DAERAH161 Dilihat

Tinjau Korban Angin Puting Beliung, Wabub NTT Janjikan Bantuan Rumah Layak HuniKupang, Grandisma.com– Wakil Gubernur NTT, Johanis Asadoma, tinjau langsung lokasi terdampak angin puting beliung di Kelurahan Bello, Kota Kupang, pada Sabtu (24/1/2026) sore.

Ia ingin lihat kondisi aktual masyarakat dan evaluasi tingkat kerusakan dari musibah yang melanda malam sebelumnya.

Dalam kunjungan ini, Wagub didampingi Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi NTT Doris Alexander Rihi serta Kepala Dinas Sosial Provinsi NTT Kanisius H. M. Mau. Kedua pejabat ini bantu lakukan pendataan awal dan bahas langkah-langkah penanganan darurat yang perlu segera diambil.

Selain itu, Wagub kunjungi Gereja GMIT Yegar Sahaduta Klasis Kota Kupang Barat yang mengalami kerusakan berat, serta lihat sejumlah rumah warga di belakang Terminal Bello. Ia periksa kondisi atap gereja yang terangkat hingga sebagian rumah yang rata dengan tanah akibat kuatnya angin.

Peristiwa angin puting beliung terjadi pada Jumat (23/1/2026) malam sekitar pukul 00.18 WITA. Kejadian yang tidak terduga ini berikan dampak luas bagi warga yang tengah berada di dalam rumah mereka saat itu.

Pendeta GMIT Yegar Sahaduta, Pdt. Selvi Asfesina, ceritakan bahwa kejadian berlangsung sangat singkat dan tiba-tiba. Sebelum angin kencang datang, listrik di wilayah tersebut terlebih dahulu padam.

“Listrik padam dulu, lalu angin kencang. Hanya sekitar enam sampai tujuh detik, setelah itu langsung reda,” ungkapnya

Kesaksian serupa datang dari Antonius Manu, warga setempat yang rumahnya rusak berat. Ia katakan angin datang begitu cepat sehingga tidak ada waktu untuk berlari keluar.

“Dia maen detik sa bapa. Sonde lama bapa. Kami ju sonde sempat lari keluar rumah. Buka mata su terang, sonde ada atap lai,” ujarnya dengan suara penuh kesedihan.

Lurah Bello Robynson E. Lona sampaikan bahwa berdasarkan pendataan sementara, terdapat 35 rumah warga yang terdampak. Tiga orang korban luka-luka saat ini menjalani perawatan di rumah sakit terdekat.

Sebagian warga terdampak terpaksa mengungsi sementara dan bermalam di rumah tetangga. Mereka cari perlindungan dan bantuan dari keluarga maupun tetangga yang tidak terkena dampak.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Johanis Asadoma sampaikan komitmen pemerintah provinsi untuk bantu masyarakat terdampak.

“Kami akan bantu agar masyarakat bisa dapat rumah layak huni melalui program pemerintah provinsi. Bantuan akan kami pastikan tepat sasaran,” tegasnya.

Salah satu warga terdampak, Lidwina Pakae, alami kerusakan rumah yang sangat parah. Salah satu anaknya, Stela, sempat terlempar hingga ke pohon gamal di belakang rumah akibat kuatnya angin.

“Bunyi angina sama kek pesawat tempur bapa. Dalam sekejap sa, rumah su rata tanah,” tuturnya.

Bantuan yang akan diberikan tidak hanya sebatas bantuan darurat, tetapi juga mencakup program pembangunan rumah layak huni untuk warga yang kehilangan tempat tinggal secara total. Tim dari Dinas Sosial telah siap lakukan verifikasi ulang untuk pastikan bantuan tepat sasaran.

Wagub juga imbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem di masa mendatang. Ia sarankan agar warga selalu ikuti informasi dan peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) guna antisipasi kejadian serupa.

Dalam akhir kunjungan, Wagub ajak seluruh elemen masyarakat untuk bergabung dalam gerakan #AyoBangunNTT guna bantu korban bencana bangkit kembali.

“Kita harus saling bantu satu sama lain agar daerah kita bisa segera pulih dari musibah ini,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *