Wabup Belu Dorong Pemanfaatan Teknologi Hidram dan Pembangunan Bendungan Welikis ke TNI

BERITA, DAERAH, POLITIK68 Dilihat

Wabup Belu Dorong Pemanfaatan Teknologi Hidram dan Pembangunan Bendungan Welikis ke TNIBELU, GRANDISMA.COM – Pemerintah Kabupaten Belu bergerak cepat memanfaatkan kehadiran pejabat tinggi Mabes TNI untuk mengajukan solusi konkret penanganan kekeringan jangka panjang.

Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, mendorong optimalisasi pemanfaatan teknologi pompa hidram (hidrolik ram) serta pembangunan Bendungan Welikis sebagai proyek strategis nasional untuk mengatasi krisis air bersih di kawasan perbatasan RI-RDTL.

​Usulan teknis tersebut disampaikan langsung saat mendampingi Asops Panglima TNI Mayor Jenderal TNI Bobby Rinal Makmun dalam rangkaian peninjauan pos perbatasan pada Senin, 25 Mei 2026.

Pemerintah daerah menilai, pendekatan konvensional tidak lagi cukup untuk menyalurkan air ke wilayah pemukiman yang mayoritas berada di daerah perbukitan dan ketinggian, sehingga diperlukan sentuhan inovasi teknologi tepat guna.

​Secara spesifik, Vicente mengusulkan pemanfaatan debit air dari Kali Motamoru di wilayah Lasiolat melalui instalasi teknologi hidram.

Pompa hidram dinilai sebagai solusi paling efisien dan ekonomis karena mampu menaikkan air ke elevasi yang lebih tinggi tanpa menggunakan bahan bakar minyak maupun listrik, melainkan murni memanfaatkan energi kinetik dari aliran air itu sendiri.

​Selain teknologi hidram, Pemkab Belu juga melayangkan langkah berani dengan menyerahkan dokumen proposal resmi pembangunan Bendungan Welikis yang direncanakan berlokasi di Kecamatan Tasifeto Barat.

Proyek bendungan ini digadang-gadang akan menjadi hulu utama penyuplai air baku skala besar yang tidak hanya berfungsi untuk konsumsi rumah tangga, tetapi juga menyokong sektor pertanian perbatasan.

​Wabup Vicente menegaskan bahwa keberadaan Bendungan Welikis telah menjadi impian dan kebutuhan mendasar bagi ribuan kepala keluarga di Tasifeto Barat selama bertahun-tahun.

Ketiadaan sumber penampungan air yang masif membuat sektor pertanian lokal sering mengalami gagal panen, yang pada akhirnya berdampak pada rendahnya tingkat pendapatan ekonomi masyarakat setempat.

​Pemerintah Kabupaten Belu menaruh harapan besar agar proposal teknis yang diserahkan tersebut mendapatkan atensi khusus dari Panglima TNI untuk diteruskan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Keterlibatan TNI dalam mengawal proyek strategis ini dinilai akan mempercepat proses birokrasi dan eksekusi konstruksi fisik di lapangan.

​Pihak TNI menyambut baik pemaparan proposal teknis tersebut sebagai bentuk perencanaan daerah yang matang dan terukur.

Asops Panglima TNI menilai usulan pemanfaatan Kali Motamoru dengan sistem hidram merupakan solusi cerdas yang sejalan dengan program ketahanan air nasional yang sedang digalakkan oleh jajaran TNI di berbagai pelosok tanah air.

​Melalui penyerahan proposal ini, Pemkab Belu berharap sinergi lintas sektoral dapat segera terwujud demi membebaskan masyarakat perbatasan dari belenggu krisis air tahunan.

Pembangunan Bendungan Welikis dan instalasi hidram diharapkan tidak sekadar menjadi wacana, melainkan menjelma menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam menyejahterakan warga di batas negeri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *