Tata Pasar Baru Atambua, Bupati Willy Lay Alihkan Lahan Lapak Liar Jadi Area Parkir

BERITA9 Dilihat

​ATAMBUA, GRANDISMA.COM – Wajah pusat perbelanjaan terbesar di perbatasan RI-RDTL, Pasar Baru Atambua, dipastikan akan mengalami perubahan signifikan.

Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH, secara tegas melakukan peninjauan penataan lapak guna mengonversi area yang sebelumnya semrawut menjadi area parkir terpadu, Selasa (14/4).

​Langkah ini diambil setelah evaluasi mendalam mengenai tingkat kemacetan yang kian parah di jantung kota Atambua.

Keberadaan lapak liar yang memakan badan jalan tidak hanya merusak estetika kota, tetapi juga menghambat mobilitas warga yang ingin bertransaksi.

​Dalam peninjauannya, Bupati melihat langsung proses pembongkaran lapak non-permanen yang berdiri di area terlarang.

Ia menegaskan bahwa ruang publik harus dikembalikan fungsinya demi kepentingan orang banyak, terutama untuk penyediaan ruang parkir yang memadai.

​”Lokasi yang sebelumnya ditempati lapak tidak beraturan kini kita siapkan untuk dialihfungsikan menjadi area parkir terpadu. Kita ingin pengunjung yang membawa kendaraan tidak lagi kesulitan dan tidak memarkirkan kendaraannya di bahu jalan,” tegas Willy Lay.

​Penataan ini merupakan bagian dari masterplan revitalisasi pasar tradisional menuju pasar modern yang bersih.

Pemerintah daerah meyakini bahwa dengan ketersediaan lahan parkir, volume pengunjung pasar akan meningkat karena aksesibilitas yang lebih mudah.

​Selama proses tinjauan, Bupati didampingi oleh Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian serta Kasat Pol PP.

Koordinasi antar-instansi ini dilakukan guna memastikan bahwa relokasi pedagang dilakukan sesuai dengan zonasi yang telah ditetapkan di dalam gedung pasar.

​Bupati juga berdialog dengan beberapa juru parkir terkait sistem retribusi yang akan diterapkan nantinya.

Ia menginginkan sistem parkir yang transparan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perhubungan.

​Masyarakat menyambut positif langkah ini. Selama ini, kemacetan di area Pasar Baru Atambua sering kali menjadi keluhan utama warga saat hari pasar (Sabtu) maupun hari kerja biasa karena pengaturan kendaraan yang semrawut.

​Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan turut dikerahkan untuk melakukan marka jalan di area yang telah dikosongkan.

Targetnya, dalam waktu dekat, area parkir baru tersebut sudah bisa beroperasi secara penuh dan mampu menampung ratusan kendaraan roda dua dan roda empat.

​Dengan penataan ini, Pemkab Belu ingin membuktikan bahwa keteraturan pasar adalah kunci kenyamanan publik.

Transformasi Pasar Baru Atambua diharapkan dapat meningkatkan daya saing ekonomi daerah dibandingkan pasar-pasar di wilayah tetangga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *