Sinergi Unhan dan Pemkab Belu Melejit, Fokus Cetak SDM Unggul Vokasi Logistik di Tapal Batas

Sinergi Unhan dan Pemkab Belu Melejit, Fokus Cetak SDM Unggul Vokasi Logistik di Tapal Batas BELU, GRANDISMA.COM – Kehadiran Fakultas Vokasi Logistik Militer (FVLM) Universitas Pertahanan RI di Atambua bukan sekadar lambang prestise akademik, melainkan sebuah kebutuhan mendesak untuk meretas ketertinggalan geopolitik.

Momentum penyambutan Dekan FVLM yang baru, Brigjen TNI Dr. Triadi Murwanto, SE., M.M, oleh Bupati Belu Willy Lay dimanfaatkan secara maksimal oleh kedua belah pihak untuk merumuskan cetak biru penguatan pendidikan vokasi.

Langkah ini menjadi tonggak sejarah penting bagi upaya mencetak sumber daya manusia (SDM) lokal yang memiliki keahlian teknis tingkat tinggi di beranda depan nusantara.

​Kabupaten Belu yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste membutuhkan percepatan pembangunan yang tidak bisa lagi mengandalkan metode konvensional.

Melalui keberadaan kampus Unhan Ben Mboi, anak-anak muda di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya anak perbatasan, kini mendapatkan akses pendidikan tinggi gratis dengan standar militer yang ketat.

Fokus pada bidang logistik militer dinilai sangat relevan dengan kebutuhan wilayah kepulauan yang menuntut efisiensi distribusi barang dan ketahanan pangan yang mandiri.

​Bupati Belu, Willy Lay, menyatakan bahwa kehadiran jenderal bintang satu di Rai Belu ini merupakan fajar menyingsing bagi masa depan anak-anak muda di daerah perbatasan.

Pemkab Belu berkomitmen penuh untuk mendukung penyediaan fasilitas pendukung di luar kampus guna memastikan para taruna dapat mempraktikkan ilmu logistik mereka secara langsung di tengah masyarakat.

Kerja sama ini diharapkan mampu mengikis ketimpangan kualitas pendidikan antara wilayah Indonesia bagian barat dan wilayah perbatasan timur.

​”Semoga kedatangan Bapak di Rai Belu ini menjadi langkah awal kita bersama-sama membangun sinergi yang kuat demi kemajuan dan pembangunan Kabupaten Belu ke arah yang lebih baik,” harap Willy Lay.

Sinergi yang kuat antara dunia akademis pertahanan dan pemerintah daerah diyakini akan mempercepat transfer teknologi dan pengetahuan, yang pada gilirannya akan merangsang pertumbuhan ekonomi lokal di sekitar kawasan kampus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *