Rocky Gerung Soroti Integritas Kabinet Prabowo, Singgung Potensi Beban Pemerintahan

BERITA, NASIONAL, POLITIK240 Dilihat

Rocky Gerung Soroti Integritas Kabinet Prabowo, Singgung Potensi Beban PemerintahanJAKARTA, GRANDISMA.COM – Pengamat politik Rocky Gerung memberikan peringatan keras kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai komposisi kabinetnya.

Rocky menyebut bahwa sekitar 70 persen orang di lingkaran kekuasaan saat ini tidak memiliki integritas yang memadai untuk menjalankan visi besar presiden.

​Pernyataan ini disampaikan Rocky dalam acara khusus “Bocor Alus Politik” yang diunggah di kanal YouTube Tempo.co, Sabtu (14/3/2026).

Diskusi ini diadakan untuk merayakan ulang tahun ke-55 Tempo bersama host Raymundus Rikang, Stefanus Pramono, dan Hussen Abri

​Rocky menilai Prabowo harus mulai melakukan evaluasi internal sebelum figur-figur tersebut justru menjadi beban sejarah.

Ia menggunakan terminologi tajam untuk menggambarkan para menteri yang dianggap hanya mengejar kepentingan pribadi dan kelompok.

​Menurut Rocky, dominasi figur tak berintegritas ini muncul akibat kompromi politik yang terlalu luas di awal masa jabatan.

Akibatnya, esensi dari kabinet ahli atau zaken cabinet yang sempat dijanjikan seolah memuai dan berganti menjadi ajang bagi-bagi kekuasaan.

​Ia menegaskan bahwa jika Prabowo tidak waspada, para “bajingan” politik ini akan menjadi duri dalam daging bagi jalannya pemerintahan.

Mereka dinilai lebih mementingkan akumulasi modal dibandingkan menjalankan agenda kesejahteraan rakyat yang sesungguhnya.

​Rocky melihat indikasi ketidakberesan ini mulai terlihat dari kebijakan kementerian yang seringkali tumpang tindih.

Ego sektoral di tingkat kementerian dianggap sebagai cerminan dari rendahnya koordinasi dan integritas para pembantu presiden di lapangan.

​Lebih jauh, ia menyoroti bahwa kehadiran figur-figur bermasalah ini berpotensi merusak citra Prabowo di mata internasional.

Dunia internasional kini tengah memantau apakah kepemimpinan Indonesia saat ini benar-benar membawa perubahan atau sekadar pola lama yang dipoles.

​Rocky juga mengingatkan bahwa publik memiliki batas kesabaran dalam menanti realisasi janji-janji kampanye.

Keberadaan individu yang mementingkan diri sendiri di dalam kabinet hanya akan mempercepat erosi kepercayaan publik terhadap institusi kepresidenan.

​Ia menyarankan agar Presiden segera melakukan pembersihan menyeluruh terhadap kinerja menterinya berdasarkan parameter integritas yang ketat.

Evaluasi ini harus didasarkan pada capaian riil, bukan sekadar laporan formalitas yang indah di atas kertas.

​Rocky menilai Prabowo sebenarnya memiliki niat baik untuk memajukan bangsa secara berdaulat.

Namun, niat baik tersebut seringkali dijegal oleh kepentingan sempit orang-orang di sekelilingnya yang tidak memiliki frekuensi pemikiran yang sama.

​Diskusi ini juga menyentuh aspek etika politik yang kian memudar di lingkaran kekuasaan.

Rocky berpendapat bahwa tanpa fondasi etika yang kuat, kabinet tersebut hanya akan menjadi sekumpulan orang yang berkumpul untuk menguras sumber daya negara.

​Sebagai penutup dalam sesi tersebut, Rocky menekankan bahwa bola panas kini berada sepenuhnya di tangan Prabowo.

Keputusan untuk mempertahankan atau mengganti figur bermasalah tersebut akan menentukan nasib kepemimpinannya dalam kurun waktu lima tahun ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *