Prabowo Tekankan Pendidikan Tanpa Diskriminasi, SMA Taruna Nusantara Disiapkan Cetak Pemimpin Bangsa

BERITA, PENDIDIKAN42 Dilihat

Prabowo Tekankan Pendidikan Tanpa Diskriminasi, SMA Taruna Nusantara Disiapkan Cetak Pemimpin BangsaCIMAHI, GRANDISMA.COM – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pendidikan berkualitas harus dapat diakses seluruh putra-putri Indonesia tanpa memandang latar belakang ekonomi, suku, ras, maupun agama.

Prinsip tersebut menjadi salah satu landasan pendirian SMA Taruna Nusantara sebagai lembaga pendidikan yang diarahkan untuk menyiapkan calon pemimpin masa depan.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi, Jawa Barat, Jumat (30/10/2026).

Sekolah tersebut dibangun di atas lahan seluas 30,2 hektare dan kini memiliki 677 peserta didik.

Menurut Prabowo, Indonesia membutuhkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan moralitas.

Kecerdasan tanpa landasan karakter dinilai tidak cukup untuk memastikan kemampuan seseorang digunakan bagi kepentingan masyarakat dan negara.

Presiden menjelaskan bahwa gagasan pendirian SMA Taruna Nusantara berangkat dari kebutuhan menyiapkan sumber daya manusia berkualitas yang kelak mampu mengambil peran dalam kepemimpinan nasional.

Karena itu, proses pendidikan harus mencakup pengembangan kemampuan akademik sekaligus pembentukan nilai-nilai kebangsaan.

Prinsip pemerataan kesempatan juga menjadi perhatian. Prabowo menegaskan bahwa sekolah tersebut sejak awal dirancang untuk menjaring bibit-bibit terbaik dari seluruh Indonesia, sehingga potensi generasi muda dari berbagai latar belakang memiliki kesempatan untuk berkembang.

Dalam kesempatan itu, Presiden meminta para siswa memanfaatkan kesempatan pendidikan dengan belajar tekun dan disiplin.

Ia juga mengingatkan bahwa kesempatan memperoleh pendidikan berkualitas harus diimbangi dengan kesungguhan dalam mengembangkan kemampuan diri.

Pesan serupa ditujukan kepada para pamong dan guru. Mereka diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi pengajaran, tetapi juga memberikan bimbingan dan keteladanan dalam membentuk karakter peserta didik.

Peresmian kampus Cimahi menjadi momentum untuk menegaskan kembali pentingnya pendidikan yang inklusif dan berorientasi pada kualitas manusia.

Keberhasilan cita-cita tersebut nantinya perlu diukur dari kemampuan sekolah menghadirkan kesempatan yang adil serta melahirkan generasi yang cerdas, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap bangsa. (Sumber: BPMI Setpres)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *