Pemerintah Kabupaten Belu Perkuat Visi Kota Festival Melalui Kolaborasi Industri Kreatif

BERITA, DAERAH78 Dilihat

Pemerintah Kabupaten Belu Perkuat Visi Kota Festival Melalui Kolaborasi Industri KreatifATAMBUA, GRANDISMA.COM – Pemerintah Kabupaten Belu terus memacu akselerasi visi strategis menjadikan Atambua sebagai “Kota Festival.”

Langkah ini dipertegas dengan digelarnya Lomba Finishing hasil kolaborasi bersama Avian Brands yang berlangsung meriah di pelataran Plaza Perizinan Kabupaten Belu, Sabtu pagi (9/5/2026).

Acara ini menandai babak baru sinergi antara otoritas publik dan sektor swasta dalam menghidupkan ruang urban.

​Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Belu, Vinsensius Mau, ST., MT., hadir mewakili Bupati Belu untuk membuka secara resmi kompetisi tersebut.

Dalam sambutannya, Vinsensius menekankan bahwa inisiatif ini merupakan implementasi nyata dari program unggulan kepala daerah.

Ia menegaskan bahwa transformasi Atambua memerlukan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat dan korporasi.

​Pelaksanaan lomba ini sengaja disinergikan dengan agenda rutin Car Free Day (CFD) yang menjadi urat nadi aktivitas akhir pekan warga perbatasan.

Menariknya, konsep CFD kali ini dikembangkan lebih luas hingga sore hari melalui integrasi Night Market.

Strategi ini diambil untuk memastikan perputaran ekonomi kreatif lokal tetap terjaga dari pagi hingga malam hari di jantung kota.

​“Momen ini sengaja kita ciptakan agar masyarakat Belu memiliki ruang untuk berkreasi sekaligus mendapatkan hiburan positif. Kehadiran mitra seperti Avian Brands sangat krusial dalam memberikan nilai tambah pada visi besar Atambua Kota Festival,” ujar Vinsensius

​Vinsensius, yang juga pernah menjabat sebagai Camat Nanaet Duabesi, mengapresiasi tinggi antusiasme para pengrajin dan peserta lomba.

Menurut pantauan di lapangan, jumlah peserta melampaui ekspektasi penyelenggara, menunjukkan bahwa terdapat potensi bakat terpendam di wilayah perbatasan yang membutuhkan wadah penyaluran profesional seperti kompetisi finishing ini.

​Pemerintah daerah berharap kolaborasi ini tidak menjadi agenda tunggal yang bersifat momentum saja.

Vinsensius mendorong agar di masa depan, skala kegiatan dapat diperbesar dengan jangkauan peserta yang lebih luas.

Hal ini bertujuan agar dampak ekonomi dan peningkatan keterampilan teknis masyarakat dapat dirasakan secara berkelanjutan dan terukur.

​Keberhasilan acara ini juga dinilai sebagai tolok ukur kesiapan Atambua dalam menyelenggarakan acara-acara berskala besar lainnya.

Dengan dukungan material dan teknis dari pihak swasta, standar estetika kota diharapkan dapat meningkat seiring dengan berkembangnya kemampuan literasi warna dan teknik finishing pada bangunan maupun karya seni warga.

​Secara resmi, kompetisi ini dibuka dengan harapan besar akan lahirnya inovasi-inovasi baru dari tangan-tangan kreatif anak muda Belu.

Melalui semangat kolaborasi ini, wajah Atambua diproyeksikan akan semakin hidup dan berwarna, memperkuat identitas kota sebagai pusat kreativitas dan festival di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *