Optimisme Swasembada Pangan dari Buraen, Bupati Kupang Jamin Harga Jagung Rp 6.400 Per Kilogram

Optimisme Swasembada Pangan dari Buraen, Bupati Kupang Jamin Harga Jagung Rp 6.400 Per KilogramKUPANG, GRANDISMA.COM – Semangat swasembada pangan menyelimuti Kelurahan Buraen saat Pemerintah Kabupaten Kupang memberikan jaminan kepastian harga komoditas jagung.

Bupati Kupang, Yosef Lede, menyatakan komitmennya untuk menjaga stabilitas ekonomi petani melalui penetapan harga serap yang kompetitif dan menguntungka.

​Dalam kegiatan panen raya bersama Gubernur NTT, Bupati Yosef Lede menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan petani berjalan sendirian saat masa panen tiba.

Jaminan harga ini menjadi instrumen penting untuk melindungi petani dari permainan tengkulak yang seringkali merugikan produsen di tingkat tapak.

​Bupati mengungkapkan bahwa harga jagung telah ditetapkan sebesar Rp 6.400 per kilogram dengan spesifikasi kadar air sebesar 14 persen.

Harga ini sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh pemerintah pusat guna memastikan kesejahteraan petani tetap terjaga di tengah fluktuasi pasar global.

​”Ibu Kepala Dinas Pertanian telah saya instruksikan untuk berkoordinasi secara intensif dengan Bulog. Kami ingin memastikan bahwa seluruh hasil panen masyarakat dapat terserap dengan harga yang layak dan transparan,” ujar Yosef Lede

​Selain jaminan harga, Pemerintah Kabupaten Kupang juga memfokuskan perhatian pada penyediaan alat dan mesin pertanian (Alsintan).

Menurut Bupati, mekanisasi pertanian adalah kunci untuk meningkatkan efisiensi dan volume produksi di lahan yang semakin luas, seperti di Amarasi Selatan.

​Wilayah Amarasi Selatan saat ini telah memiliki sekitar 140 hektar lahan jagung yang siap memberikan kontribusi bagi lumbung pangan daerah.

Bupati melihat potensi ini sebagai modal besar untuk mentransformasi wilayah tersebut menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis agribisnis.

​Terkait tantangan lahan kering, Bupati merespons cepat aspirasi petani mengenai kebutuhan infrastruktur air.

Ia menjanjikan penurunan alat berat dalam waktu dekat untuk membangun embung mini guna mengatasi ketergantungan pertanian pada curah hujan yang tidak menentu.

​Langkah responsif ini diambil karena Pemerintah Kabupaten Kupang meyakini bahwa kemauan bekerja masyarakat sangat tinggi.

Dengan dukungan sarana air yang memadai, produktivitas lahan diharapkan dapat meningkat hingga dua atau tiga kali lipat dalam setahun.

​Bupati Yosef juga mengapresiasi keberadaan 200 anggota Kelompok Tani Nonotasi yang menjadi motor penggerak pertanian di Buraen.

Sinergi antara kelompok tani dan tenaga penyuluh dianggap sebagai fondasi utama dalam menyukseskan program strategis pemerintah di bidang pangan.

​Optimisme ini ditutup dengan seruan kepada seluruh warga untuk tidak ragu dalam memperluas areal tanam.

Pemerintah daerah menjamin pendampingan teknis dan akses pasar, sehingga setiap butir jagung yang dihasilkan memiliki kepastian nilai ekonomi bagi keluarga petani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *