Kunjungi Amarasi Selatan, Gubernur NTT Dorong Hilirisasi Jagung dan Pemanfaatan Bendungan Besar

Kunjungi Amarasi Selatan, Gubernur NTT Dorong Hilirisasi Jagung dan Pemanfaatan Bendungan BesarKUPANG, GRANDISMA.COM – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menekankan pentingnya integrasi infrastruktur air dengan industrialisasi sektor pertanian saat melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Amarasi Selatan.

Langkah ini dinilai sebagai strategi fundamental untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi makro di NTT.

​Dalam tinjauannya, Gubernur menggarisbawahi bahwa Kabupaten Kupang dianugerahi kekayaan infrastruktur berupa tiga bendungan besar.

Potensi sumber daya air yang melimpah ini harus dikoneksikan secara langsung dengan perluasan lahan pertanian produktif, khususnya komoditas jagung dan pakan ternak.

​”Sangat keliru jika keberadaan bendungan besar di wilayah ini tidak dimanfaatkan secara optimal untuk mengairi lahan-lahan pertanian kita. Air adalah kunci, dan kita harus memastikan distribusi air sampai ke tingkat petani,” tegas Gubernur Melki.

​Selain optimalisasi air, Gubernur memberikan perhatian khusus pada aspek hilirisasi.

Ia mendorong agar komoditas jagung tidak lagi dijual dalam bentuk bahan mentah atau pipilan kering biasa, melainkan melalui proses pengolahan menjadi produk setengah jadi maupun produk jadi.

​Hilirisasi dianggap sebagai solusi atas permasalahan nilai tukar petani yang seringkali rendah.

Dengan adanya pengolahan dan pengemasan yang profesional, produk pertanian NTT diharapkan mampu menembus ritel modern dan pasar luar daerah dengan identitas merek yang kuat.

​Untuk mendukung pemasaran produk hasil hilirisasi, Gubernur telah menyiapkan skema distribusi melalui “NTT Mart” serta jaringan toko dan kios yang didukung penuh oleh pemerintah.

Hal ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem pasar yang sehat bagi produk-produk lokal.

​Gubernur juga mengapresiasi kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Dinas Pertanian, Dinas Perhubungan, serta lembaga riset seperti BRMP dan BBPP Kupang.

Sinergi ini diperlukan untuk memastikan rantai pasok dari ladang hingga ke tangan konsumen berjalan tanpa kendala logistik.

​Ia menyebutkan bahwa jika Pemerintah Kabupaten bergerak selaras dengan aparat keamanan (TNI/Polri) dan tokoh masyarakat, maka stabilitas pasokan pangan akan terjaga.

Hal ini secara otomatis akan memberikan dampak positif pada pengendalian inflasi di Kota Kupang dan sekitarnya.

​Di sisi lain, Gubernur mengingatkan pentingnya perubahan pola pikir petani untuk mulai melirik potensi peternakan yang terintegrasi.

Limbah jagung dapat diolah menjadi silase untuk pakan ternak, sehingga tercipta siklus pertanian berkelanjutan yang minim limbah (zero waste).

​Kunjungan ini diakhiri dengan komitmen pemerintah provinsi untuk terus mengawal pembangunan infrastruktur penunjang di Amarasi Selatan.

Gubernur berharap, integrasi antara pemanfaatan bendungan dan semangat hilirisasi akan menjadikan NTT sebagai provinsi yang mandiri dan berdaya saing tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *