NTB, Grandisma.com – Jambore Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia (PABPDSI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) telah digelar di Auditorium Kantor Bupati Lombok Tengah Praya, Jumat (13/12/2025).
Acara ini menjadi momentum penguatan komitmen pemerintah dan masyarakat untuk menjadikan desa sebagai poros pembangunan dan mempercepat program Desa Berdaya.
Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDTT) Yandri Susanto dan Gubernur NTB Dr. Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan pesan penting tentang peran desa dalam kemajuan nasional.
Kedua pejabat sepakat bahwa pembangunan Indonesia ke depan harus dimulai dari unit terkecil yang menjadi akar rumput kehidupan masyarakat.
Gubernur NTB Dr. Lalu Muhamad Iqbal dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan tidak bisa lagi dilakukan dengan pendekatan top down.
Menurutnya, desa harus menjadi basis utama kemajuan daerah dan nasional, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang selalu menekankan pembangunan dari bawah ke atas.
“Presiden dan pak Menteri Desa telah berulang kali menegaskan membangun Indonesia harus dimulai dari bawah ke atas. Desa adalah pondasi pembangunan nasional,” ujar Gubernur Iqbal.
Ia menambahkan bahwa desa menjadi perhatian utama pembangunan baik di tingkat provinsi maupun kabupaten.
Dirinya menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTB saat ini tengah menjalankan program strategis Desa Berdaya yang dirancang untuk memperkuat kemandirian dan daya saing desa.
Program ini terbagi dalam beberapa level yang disesuaikan dengan kondisi dan potensi masing-masing desa.
Salah satu fokus utama adalah Desa Berdaya Transformatif yang menyasar 106 desa dengan kategori kemiskinan ekstrem di seluruh NTB.
Tujuan program ini adalah mengangkat kesejahteraan masyarakat di desa-desa tersebut melalui penguatan ekonomi, infrastruktur, dan akses layanan dasar.
Selain itu, program juga mencakup Desa Berdaya Reguler untuk desa dengan kondisi rata-rata dan Desa Berdaya Tematik bagi desa-desa yang memiliki potensi khusus seperti pertanian, agro-maritim, dan agro-forestry.
Hal ini bertujuan memaksimalkan potensi lokal setiap desa untuk berkembang secara mandiri.
Gubernur Iqbal juga meminta dukungan penuh dari seluruh Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) agar program Desa Berdaya dapat berjalan optimal.
Ia menyatakan bahwa peran PMD dan BPD sangat krusial dalam memastikan program tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Tanpa dukungan PMD dan BPD, program ini akan sulit terlaksana dengan baik. Kita butuh kolaborasi erat antara pemerintah dan masyarakat desa untuk mencapai tujuan bersama,” tambahnya.
Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menyampaikan apresiasinya terhadap komitmen NTB dalam membangun desa.
Dirinya menyebut NTB sebagai daerah dengan semangat perjuangan yang kuat dan layak menjadi contoh kemajuan desa di Indonesia.
“NTB memiliki masyarakat dan desa-desa yang luar biasa. Ini daerah yang layak menjadi contoh kemajuan desa untuk seluruh Indonesia,” tandas Mendes PDTT.
Ia juga menegaskan pentingnya menyelaraskan seluruh program desa dengan kebijakan nasional.
Mendes PDTT menjelaskan bahwa koperasi desa bukanlah gagasan kementerian semata, tetapi kebijakan langsung Presiden Prabowo Subianto.
Tujuannya adalah membalik ketimpangan ekonomi, mengangkat rakyat desa, dan membangun ekosistem ekonomi yang berkelanjutan.
“Koperasi desa tujuannya jelas, membalik ketimpangan ekonomi, mengangkat rakyat desa dan membangun ekosistem ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Pemerintah pusat juga terus melakukan pendampingan dan pemberdayaan bersama pemerintah daerah.
Melalui pendampingan tersebut, diharapkan hasil pertanian dan produk desa dapat terserap, dipasarkan, dan didistribusikan secara adil ke pasar lokal maupun nasional.
Hal ini akan meningkatkan pendapatan masyarakat desa dan memperkuat ekonomi lokal.
Melalui Jambore PABPDSI NTB, seluruh pemangku kepentingan desa diharapkan semakin solid dalam mendukung program nasional menuju Desa Berdaya.
Dengan menjadikan desa sebagai poros pembangunan dan mempercepat program untuk 106 desa miskin ekstrem, NTB siap berkontribusi pada kemajuan Indonesia dari akar rumput.

