Milisi Asing di Jalanan Teheran: Upaya Terakhir Rezim Iran Mempertahankan Kekuasaan

BERITA66 Dilihat

TEHERAN, GRANDISMA.COM –  Pemandangan tidak biasa terlihat di persimpangan-persimpangan utama kota Teheran.

Milisi asing, termasuk anggota Popular Mobilization Forces (PMF) dari Irak, dilaporkan berpatroli bersama pasukan keamanan domestik Iran.

​Kehadiran milisi Syiah non-Iran ini menandakan pergeseran krusial dalam strategi keamanan rezim.

Penggunaan pasukan asing dianggap perlu karena kekhawatiran akan adanya pembelotan atau keengganan dari tentara reguler Iran untuk menembak rakyatnya sendiri.

​Para saksi mata melaporkan bahwa milisi-milisi ini berbicara dengan dialek Arab dan bertindak lebih agresif di pos-pos pemeriksaan.

Mereka ditempatkan secara strategis di wilayah-wilayah yang dikenal sebagai basis massa pengunjuk rasa.

​Kehadiran milisi PMF dan kelompok Fatemiyoun dari Afghanistan di jantung ibu kota telah memicu kemarahan nasional.

Warga merasa kedaulatan mereka dihina dengan adanya pasukan asing yang digunakan untuk menindas warga lokal.

​Analis militer menyebutkan bahwa rezim Iran sedang mengalami krisis kepercayaan terhadap institusi keamanannya sendiri.

Banyak prajurit muda di korps Garda Revolusi dikabarkan mulai mempertanyakan perintah untuk melakukan kekerasan massal.

​Di pos-pos pemeriksaan, laporan mengenai penembakan tanpa alasan jelas terhadap warga sipil meningkat.

Keluarga-keluarga yang hanya melintas sering kali menjadi target intimidasi oleh milisi yang tidak memiliki ikatan emosional dengan penduduk setempat.

​Strategi mendatangkan milisi asing ini sebenarnya adalah pola lama yang pernah digunakan di Suriah, namun menerapkannya di dalam negeri Iran adalah langkah yang sangat berisiko bagi stabilitas jangka panjang.

​Hal ini menunjukkan bahwa rezim telah kehilangan dukungan rakyatnya secara substansial.

Jika mereka harus mengandalkan tentara bayaran atau milisi asing, berarti fondasi kekuasaan internal mereka telah keropos.

​Komunitas internasional memantau pergerakan ini dengan cermat. P

enggunaan milisi lintas batas untuk menekan protes domestik dapat dikategorikan sebagai eskalasi serius yang melibatkan aktor-aktor regional.

​Rakyat Iran merespons dengan keberanian yang tak terduga.

Meskipun diancam oleh moncong senjata asing, aksi-aksi protes skala kecil tetap meletus di berbagai sudut kota, menunjukkan bahwa teror tidak lagi efektif membungkam aspirasi perubahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *