Latsar CPNS Gelombang VII Sultra Dibuka, Wagub: ASN Harus Punya Cakrawala Berpikir Luas  

BERITA, DAERAH, POLITIK272 Dilihat

Kendari, Grandisma.com – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ir. Hugua, M.Ling., secara resmi membuka Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Golongan III Angkatan XVI, XVII, XVIII, XIX, XX serta Golongan II Angkatan VI (Blended Learning) Lingkup Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan.

Kegiatan ini bekerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sultra dan berlangsung Tahun 2025.

Acara pembukaan Latsar CPNS Gelombang VII tersebut dilaksanakan di Hotel Kubra Kendari, Senin (15/12/2025).

Acara ditandai dengan pernyataan resmi Wagub Sultra: “Pelatihan Dasar CPNS Gelombang VII Golongan III Angkatan XVI, XVII, XVIII, XIX, XX dan Golongan II Angkatan VI Tahun 2025 secara resmi saya nyatakan dibuka.”

Turut hadir dalam kegiatan ini berbagai tokoh penting, antara lain Bupati Konawe Selatan, Kepala BPSDM Provinsi Sultra beserta jajaran, para instruktur dan panitia pelaksana Latsar, Koordinator Widyaiswara dan para Widyaiswara BPSDM Provinsi Sultra.

Juga hadir para peserta Latsar CPNS yang berasal dari Kabupaten Konawe Selatan dan Kabupaten Muna.

Dalam sambutannya, Wagub Sultra menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta Latsar CPNS.

Ia menyatakan bahwa peserta kini telah menjadi bagian dari keluarga besar Pemerintah Provinsi Sultra, khususnya yang akan bertugas di Kabupaten Konawe Selatan dan Kabupaten Muna.

“Saudara-saudari sekarang sudah masuk ke dalam sistem negara, masuk ke dalam sistem pemerintahan,” ujar Wagub.

Ia menjelaskan bahwa orientasi dan pelatihan dasar ini bertujuan untuk menempa kapasitas, kemampuan, serta membentuk karakter agar peserta mampu menyesuaikan diri di dalam sistem pemerintahan.

Wagub menegaskan bahwa sistem pemerintahan memiliki karakter yang berbeda dengan dunia swasta maupun kehidupan masyarakat pada umumnya. ASN bekerja berdasarkan aturan, undang-undang, dan regulasi, sehingga tidak lagi berada dalam ruang kebebasan individu semata.

“Latihan dasar ini pada hakikatnya memperkenalkan bagaimana sistem pemerintahan bekerja,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa peserta akan dibekali latihan kenegaraan, baris-berbaris, pembinaan moral dan mental, serta pembentukan disiplin sebagai aparatur negara.

Dalam analoginya yang menarik, Wagub menggambarkan sistem pemerintahan layaknya tubuh manusia, di mana setiap bagian saling terhubung dan saling bergantung.

Presiden diibaratkan sebagai otak, gubernur sebagai jantung, bupati sebagai tangan dan kaki, hingga camat, lurah, kepala desa, dan RT sebagai bagian terkecil yang menopang keberlangsungan sistem negara.

“Kalau ada satu saja bagian yang terganggu, maka sistem itu tidak sehat. Demikian pula negara, pemerintah pusat sangat bergantung pada daerah, dan daerah sangat bergantung pada ASN di tingkat paling bawah,” tegasnya.

Salah satu pesan utama Wagub adalah penekanan pada cakrawala berpikir. Ia menyatakan bahwa ASN tidak boleh berpikir sempit dan lokal saja. ASN dituntut memiliki pandangan yang luas, memahami posisi daerahnya dalam konteks nasional bahkan global.

“Cara pandang saudara melihat diri sendiri dan wilayah tempat saudara mengabdi sangat menentukan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa Sulawesi Tenggara memiliki posisi geostrategis dan geopolitik yang sangat penting dalam percaturan nasional maupun global.

Wagub juga menjelaskan bahwa pergeseran peradaban dunia saat ini tengah bergerak ke kawasan Indo-Pasifik.

Indonesia sendiri diproyeksikan menjadi salah satu pusat kekuatan dunia pada periode Indonesia Emas 2045, saat bangsa Indonesia berusia 100 tahun.

“Dengan bonus demografi, jumlah penduduk besar, dan visi kepemimpinan nasional yang kuat, Indonesia memiliki peluang besar menjadi kekuatan global. Ini sangat bergantung pada kualitas ASN sebagai pelayan masyarakat,” katanya.

Ia juga menegaskan perlunya ASN berkelas internasional – yaitu ASN yang mampu memberikan pelayanan publik yang profesional, berdaya saing, dan mampu menjawab tantangan global.

“Ke depan, Sulawesi Tenggara diyakini akan menjadi salah satu simpul penting perdagangan dan konektivitas kawasan,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Wagub Sultra mengajak seluruh peserta Latsar CPNS untuk memanfaatkan pelatihan dasar ini sebagai momentum membentuk integritas, disiplin, serta semangat pengabdian.

“Saudara-saudari adalah bagian dari masa depan bangsa. Layani masyarakat dengan sepenuh hati, pahami peran saudara dalam sistem negara, dan bersiaplah menyongsong Indonesia Emas 2045 dengan kinerja terbaik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *