Penyegaran Birokrasi, Sejumlah Kepala Dinas di NTT Bertukar Posisi

BERITA, DAERAH, POLITIK133 Dilihat

Penyegaran Birokrasi, Sejumlah Kepala Dinas di NTT Bertukar PosisiKUPANG, GRANDISMA.COM – Gerbong rotasi di Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi bergulir.

Sejumlah kepala dinas yang telah lama menjabat kini bertukar posisi sebagai bagian dari skema penyegaran birokrasi di awal tahun 2026.

​Pelantikan yang dipimpin Gubernur Melki Laka Lena ini memperlihatkan pergeseran beberapa nama besar.

Rotasi ini disebut-sebut sebagai strategi untuk memutus kejenuhan dan membawa inovasi baru di setiap instansi.

​Salah satu yang menarik perhatian adalah Linus Lusi.

Sebelumnya ia menjabat Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian dan Pembangunan, kini ia dipercaya menjabat Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah.

​Sebaliknya, Yusuf Lery Rupidara yang sebelumnya memimpin Dinas Koperasi dan UKM kini mengisi posisi Staf Ahli Gubernur yang ditinggalkan Linus Lusi.

Pertukaran ini diharapkan membawa perspektif baru bagi kedua pos tersebut.

​Tak hanya itu, drg. Iien Adriany yang sebelumnya memimpin Dinas Kesehatan kini berpindah ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A).

Posisinya di Dinas Kesehatan kini diisi oleh Ruth Diana Laiskodat.

​Doris Alexander Rihi juga tercatat masuk dalam daftar rotasi.

Mantan Kepala Biro Pemerintahan ini kini resmi menakhodai Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT, sektor yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

​Gubernur Melki menjelaskan bahwa rotasi antar kepala dinas ini didasarkan pada evaluasi kompetensi.

Ia percaya bahwa pengalaman seorang pejabat di satu bidang dapat memperkaya cara kerja di bidang yang baru.

​”Penyegaran ini penting agar tidak ada stagnasi. Pejabat yang sudah lama di satu tempat butuh tantangan baru agar kreativitasnya kembali muncul,” jelas Melki dalam arahannya.

​Ia juga menekankan bahwa jabatan bukanlah hak permanen, melainkan tugas yang sewaktu-waktu bisa dialihkan.

Fleksibilitas pejabat dalam menerima tugas baru menjadi tolok ukur loyalitas dan profesionalisme.

​Proses “tukar guling” jabatan ini berlangsung tertib.

Para pejabat tampak saling memberikan ucapan selamat dan berkomitmen untuk melakukan serah terima jabatan (sertijab) dalam waktu dekat.

​Publik pun menanti dampak nyata dari penyegaran ini.

Terutama pada dinas-dinas yang bersentuhan langsung dengan pelayanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

​Pelantikan ini menjadi penanda dimulainya babak baru kinerja birokrasi NTT di bawah komando wajah-wajah lama dengan semangat yang baru.

Seluruh pejabat kini ditantang untuk segera berakselerasi di kursi barunya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *