Kardinal Suharyo Pimpin Pentabisan Gereja St. Maria Goreti Lurasik, Didukung HBT dan Umat Lokal

BERITA, DAERAH, POLITIK190 Dilihat

TTU, Grandisma.com – Pentabisan dan peresmian Gereja St. Maria Goreti Paroki St. Petrus dan Paulus Lurasik, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), digelar dengan meriah pada Senin (15/12/2025).

Acara yang diikuti ribuan umat dipimpin langsung Kardinal Indonesia, Mgr. Dr. Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, PR.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, yang menyampaikan apresiasi terhadap semua pihak yang terlibat dalam pembangunan gereja.

Turut hadir juga Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, serta sejumlah bupati dan wakil bupati dari kabupaten di NTT, antara lain Bupati TTU Yosep Falentinus Kebo, Bupati Belu Willybrodus Lay, dan Wakil Bupati Malaka Henri Simu.

Selain pejabat publik, unsur Forkopimda TTU, para pastor paroki, dan tokoh masyarakat juga hadir untuk merayakan momen penting tersebut.

Semua hadirin berkumpul sejak pagi hari, membawa semangat gembira dan penuh rasa syukur karena gereja yang diharapkan umat akhirnya resmi dibukakan untuk ibadah.

Rangkaian acara diawali dengan peresmian Taman Doa Santo Lambertus dan Bukit Andreas Lopo Erha.

Kedua fasilitas tersebut dirancang sebagai tempat tambahan bagi umat untuk berdoa dan merenungkan, selain menjadi bagian dari kompleks gereja yang lebih luas.

Setelah itu, dilanjutkan dengan pemberkatan Gereja St. Maria Goreti secara resmi oleh Kardinal Suharyo.

Dalam pemberkatan, ia menyampaikan doa agar gereja tersebut menjadi pusat kebenaran, kasih, dan persaudaraan bagi seluruh umat di wilayah Lurasik dan sekitarnya.

Selanjutnya dilakukan penyerahan kunci gereja oleh Ketua Umum Himpunan Bersatu Teguh (HBT) Andreas Sofiandi kepada Kardinal Suharyo.

Kunci kemudian diteruskan kepada Uskup Keuskupan Atambua Mgr. Dr. Dominikus Saku, PR, sebagai tanda penyerahan wewenang pengelolaan gereja kepada lembaga agama.

Acara pun mencapai puncaknya dengan pengguntingan pita sebagai tanda resmi peresmian gereja.

Semua tokoh tamu undangan turut berpartisipasi dalam ritual ini, yang dihadiri dengan sorakan gembira dan tepukan tangan dari ribuan umat yang berkumpul.

Setelah pengguntingan pita, dilakukan penandatanganan prasasti oleh Ketua Umum HBT, Uskup Keuskupan Atambua, Kardinal Indonesia, dan Gubernur NTT.

Prasasti tersebut akan dipasang di dalam gereja sebagai bukti sejarah pembangunan dan peresmiannya.

Dalam sambutannya, Gubernur NTT Melki Laka Lena menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada HBT dan seluruh pihak yang berkontribusi.

Ia menyebut pembangunan gereja ini merupakan karya luar biasa karena diselesaikan hanya dalam waktu empat bulan.

“Saya sudah berkeliling hampir seluruh wilayah NTT, dan secara jujur saya menyampaikan bahwa Gereja ini termasuk salah satu yang paling megah,” ujar Gubernur Melki.

Ia menekankan bahwa kecepatan pembangunan tidak mengorbankan kualitas bangunan yang dihasilkan.

Gubernur juga menilai semangat berbagi dan kepedulian yang ditunjukkan oleh HBT merupakan contoh nyata bagaimana kelebihan yang diberikan Tuhan dapat digunakan untuk membantu sesama.

Ia mengajak semua orang untuk mencontohkan teladan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, Gubernur Melki mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan, ketertiban, dan kualitas fasilitas gereja.

Ia harapkan gereja ini dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dan menjadi ruang ibadah yang nyaman, bersih, dan bermartabat bagi umat.

Ketua Umum HBT Andreas Sofiandi menjelaskan bahwa pembangunan gereja dimulai dengan peletakan batu pertama pada 15 Juli 2024 dan diselesaikan sesuai komitmen pada bulan Desember.

“Kami berkomitmen menyelesaikan Gereja ini agar bisa digunakan umat pada perayaan Natal,” katanya.

Andreas menambahkan bahwa sebagian besar material pembangunan menggunakan bahan lokal, sementara sejumlah kebutuhan lainnya didatangkan dari Jakarta.

Pembangunan dilakukan dengan semangat gotong royong dan pelayanan, tanpa fokus pada perhitungan teknis yang rumit.

Uskup Atambua Mgr. Dominikus Saku menilai Gereja St. Maria Goreti Lurasik sebagai bangunan yang memadukan nilai iman, kepedulian sosial, dan perhatian terhadap lingkungan.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan umat yang aktif selama proses pembangunan, yang menjadikannya karya bersama. Gereja ini diharapkan menjadi pusat pelayanan iman dan penguatan persaudaraan umat di TTU.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *