Gubernur NTT Terima Audiensi, Bahas Hibah Internasional untuk Embung dan Tangani Stunting  

BERITA, DAERAH, POLITIK287 Dilihat

Gubernur NTT Terima AudiensiKupang, Grandisma.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melkiades Laka Lena menerima audiensi terkait peluang pengadaan dana hibah internasional untuk provinsi tersebut, dengan fokus utama pada pembangunan embung dan penanganan stunting.

Pertemuan dilakukan secara virtual melalui Zoom Meeting pada Rabu (14/1/2026) pukul 16.00 WITA dari ruang kerja Gubernur di Kantor Gubernur NTT.

Hadir dalam audiensi tersebut adalah Anggota Dewan Pengawas BPJS Kesehatan dari unsur Kementerian Keuangan, Regina Maria Wiwieng, bersama Prof. Dr. John Vong dari Australia dan David Wongso.

Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya kolaborasi untuk mengatasi dua isu krusial yang dihadapi NTT, yaitu ketersediaan air bersih melalui pembangunan embung dan perbaikan status gizi dengan penanganan stunting.

Gubernur Melkiades Laka Lena didampingi oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) NTT Benyamin Nahak serta Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang dr. Stefanus Dhe Soka.

Kehadiran perwakilan dari sektor infrastruktur dan kesehatan diharapkan dapat menyelaraskan rencana implementasi dengan kebutuhan aktual di lapangan.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur NTT menyampaikan dukungan penuh terhadap kerja sama yang diusulkan.

“Saya menyambut baik dan berterima kasih atas kerja sama ini. Ini adalah bagian dari pilar kolaborasi Pemerintah Provinsi NTT, dan akan segera ditindaklanjuti agar dapat dieksekusi,” tegas Gubernur Melkiades Laka Lena.

Pertemuan secara khusus membahas mekanisme pengadaan dana hibah internasional yang akan dialokasikan untuk dua program prioritas Provinsi NTT.

Pembangunan embung ditargetkan untuk meningkatkan ketersediaan air bersih bagi masyarakat di wilayah terpencil, sementara program penanganan stunting akan fokus pada intervensi gizi dan kesehatan bagi anak-anak serta ibu hamil.

Regina Maria Wiwieng dari Kementerian Keuangan menjelaskan bahwa hibah internasional ini merupakan bagian dari kerjasama bilateral yang telah dirintis antara pemerintah Indonesia dengan pihak terkait di Australia.

NTT dipilih sebagai salah satu daerah penerima bantuan mengingat tantangan yang dihadapi dalam sektor air dan gizi masyarakat.

Prof. Dr. John Vong dari Australia menyampaikan bahwa pihaknya siap memberikan dukungan teknis selain bantuan dana.

Beberapa program pendampingan yang akan dilakukan antara lain pelatihan bagi petugas kesehatan dan teknisi infrastruktur, serta kajian terkait keberlanjutan program yang akan diimplementasikan.

Kadis PUPR NTT Benyamin Nahak menambahkan bahwa pihaknya telah menyusun daftar prioritas lokasi pembangunan embung di berbagai kabupaten dan kota di NTT.

Beberapa daerah yang menjadi fokus adalah wilayah dengan tingkat kekurangan air bersih tinggi dan memiliki potensi untuk mengembangkan sektor pertanian yang dapat mendukung ekonomi lokal.

Direktur RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang dr. Stefanus Dhe Soka mengungkapkan bahwa program penanganan stunting akan diintegrasikan dengan layanan kesehatan yang sudah ada di daerah.

Upaya tersebut mencakup pemantauan pertumbuhan anak, penyuluhan gizi bagi orang tua, serta pemberian makanan tambahan bagi anak-anak yang berisiko stunting.

Pihak Provinsi NTT dan pihak terkait sepakat akan segera membentuk tim kerja khusus untuk menyusun rancangan teknis dan jadwal pelaksanaan program.

Kedua belah pihak berkomitmen untuk memastikan bahwa dana hibah dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat NTT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *