Gubernur NTT Tekankan Kreatifitas dan Inovatif Birokrasi dalam Pelayanan Kepada Masyarakat

BERITA192 Dilihat

Kupang, Grandisma.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menekankan pentingnya birokrasi yang kreatif dan inovatif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Pesan ini disampaikan dalam apel bersama ASN lingkup Pemprov NTT yang digelar di halaman depan Gedung Sasando, Senin (9/2/2026) pagi.

Gubernur mengangkat kasus meninggalnya siswa Kelas IV SD asal Kampung Dona, Desa Naruwolo Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada sebagai latar belakang pentingnya perbaikan sistem birokrasi.

Menurutnya, kejadian tersebut terjadi akibat kemiskinan yang dibiarkan dan persoalan administratif orang tua korban.

“Sebenarnya di Jerebuu sendiri merupakan daerah yang subur, tapi karena tidak dioptimalkan dengan baik sehingga akibatnya sampai kepada banyak warga miskin di sana,” ucap Gubernur Melki.

Ia menegaskan bahwa kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh elemen pemerintah.

Perluasan evaluasi terhadap program-program yang berjalan telah dilakukan untuk memastikan tepat sasaran.

Gubernur meminta jajaran pemerintah untuk mengintrospeksi diri dan membenahi sistem agar data masyarakat yang membutuhkan dapat dicatat dengan akurat.

Ia menegaskan bahwa jajaran pemerintah harus mampu berpikir kreatif dan inovatif untuk menemukan solusi terbaik.

Kesulitan yang dihadapi masyarakat dalam mengakses bantuan telah diidentifikasi sebagai masalah utama yang perlu segera diatasi.

“Saya minta agar berbagai operator, dinas-dinas teknis terkait yang menangani pelayanan dan bantuan langsung kepada masyarakat, coba pikirkan, rumuskan dan desain bagaimana caranya mempermudah dan tidak persulit mekanisme dan prosedur,” jelasnya.

Menurut Gubernur Melki, sistem birokrasi yang kaku dan berbelit-belit menjadi hambatan utama bagi masyarakat dalam mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan.

Perhatian terhadap penyederhanaan prosedur telah menjadi prioritas kerja pemerintah provinsi mulai tahun ini.

Ia juga mengingatkan agar tidak ada oknum yang berani bermain dengan data orang miskin.

Jika ditemukan, pelanggaran tersebut akan ditindak dan dihukum seberat-beratnya sesuai peraturan yang berlaku.

“Tugas kita bersama sekarang memastikan orang miskin di NTT bisa menerima berbagai program baik dari pusat, provinsi dan Pemda Kabupaten/Kota,” tegasnya.

Seluruh bantuan harus sampai kepada masyarakat tanpa terhalang oleh alasan apapun.

Komitmen untuk memperbaiki sistem birokrasi telah diutarakan secara tegas oleh Gubernur untuk mencegah terulangnya kejadian yang tidak diinginkan.

Dengan pendekatan yang kreatif dan inovatif, diharapkan pelayanan publik di NTT dapat menjadi lebih efektif dan merata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *