KUPANG, GRANDISMA.COM – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, secara resmi menyambut kedatangan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Abdul Mu’ti, di VIP Pemda Bandara El Tari Kupang, Senin (04/05/2026).
Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda strategis pemerintah pusat dalam memantau langsung kondisi infrastruktur pendidikan di wilayah timur Indonesia.
Pertemuan kedua tokoh ini menandai dimulainya rangkaian Program Revitalisasi Tahun 2026 yang menyasar satuan pendidikan di wilayah NTT.
Melki Laka Lena menegaskan bahwa kehadiran menteri di Bumi Flobamora adalah sinyal kuat akan komitmen pemerintah pusat untuk memperkecil ketimpangan kualitas sarana pendidikan antara Pulau Jawa dan daerah kepulauan.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki menyatakan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) merupakan prioritas utama dalam masa kepemimpinannya.
Ia berargumen bahwa potensi alam NTT yang melimpah tidak akan memberikan dampak kesejahteraan yang maksimal tanpa didukung oleh kualitas manusia yang mumpuni melalui pendidikan yang layak.
Revitalisasi sekolah ini tidak hanya mencakup perbaikan fisik bangunan, tetapi juga penataan lingkungan belajar yang lebih aman dan representatif.
Bagi Pemprov NTT, infrastruktur yang memadai adalah fondasi utama agar para siswa dapat belajar dengan martabat, terutama di wilayah-wilayah yang selama ini tergolong tertinggal dan terluar.
Menteri Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa pemilihan NTT sebagai salah satu lokasi utama revitalisasi didasarkan pada data kebutuhan mendesak di lapangan.
Banyak sekolah di NTT yang terdampak bencana alam maupun kerusakan usia bangunan yang masuk kategori berat, sehingga memerlukan intervensi anggaran segera dari pusat.
Selain meninjau fisik bangunan, kunjungan ini juga digunakan sebagai ajang koordinasi teknis mengenai distribusi bantuan operasional sekolah.
Koordinasi antara kementerian dan pemerintah provinsi diharapkan mampu memotong jalur birokrasi yang selama ini sering menghambat percepatan pembangunan fasilitas pendidikan di daerah terpencil.
Apresiasi juga datang dari berbagai pihak di jajaran Pemprov NTT yang menganggap kunjungan ini sebagai bentuk perhatian nyata Presiden Prabowo Subianto.
Sinergi antara pusat dan daerah dianggap sebagai kunci suksesnya transformasi pendidikan yang dicanangkan dalam visi Indonesia Emas 2045.
Kunjungan diakhiri dengan penyerahan secara simbolis rencana kerja revitalisasi yang akan segera dieksekusi dalam waktu dekat.
Langkah ini diharapkan menjadi titik balik bagi perbaikan wajah pendidikan di Nusa Tenggara Timur agar mampu bersaing secara nasional.
