JAKARTA, GRANDISMA.COM – Gelombang mutasi besar-besaran kembali mengguncang institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara resmi melakukan rotasi jabatan berskala besar yang dituangkan langsung dalam tujuh surat telegram rahasia sekaligus.
Langkah strategis ini menyasar sejumlah posisi perwira menengah (pamen) di wilayah hukum Polda Metro Jaya, mulai dari level pejabat utama polda hingga jajaran kapolres urban, sebagai bagian dari penyegaran struktur organisasi Korps Bhayangkara.
​Berdasarkan surat telegram Nomor: ST/1335/VI/KEP./2026 yang diterbitkan per tanggal 26 Juni 2026, salah satu posisi paling krusial yang mengalami pergeseran adalah jabatan Karo SDM Polda Metro Jaya.
Kursi strategis tersebut kini resmi diamanatkan kepada Kombes Agus Nugroho.
Ia ditunjuk untuk menggantikan Kombes Muh Dwita Kumu Wardana yang mendapatkan promosi jabatan baru di lingkungan Markas Besar (Mabes) Polri sebagai Assesor SDM Kepolisian Utama TK. II SSDM Polri.
​Tidak hanya posisi pejabat utama di tingkat polda, pergeseran tongkat komando juga terjadi di tingkat polres jajaran yang menjadi penyangga ibu kota.
Kombes Putu Kholis Aryana resmi dirotasi untuk menempati jabatan baru sebagai Kapolres Metro Bekasi Kota.
Melalui penunjukan teranyar ini, Kombes Putu Kholis Aryana akan menggantikan posisi Kombes Kusumo Wahyu Bintoro yang sebelumnya memimpin jalannya roda pengamanan di wilayah hukum Kota Bekasi tersebut.
​Dinamika mutasi yang terjadi di tubuh Polda Metro Jaya ini dikonfirmasi langsung oleh Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko.
Trunoyudo menjelaskan bahwa rotasi di tingkat perwira menengah ini merupakan hal yang sepenuhnya lazim terjadi di dalam tubuh organisasi kepolisian.
Langkah ini diambil secara berkala sebagai bentuk pembinaan karier anggota sekaligus upaya nyata untuk terus meningkatkan performa serta kinerja institusi ke depan.
​”Mutasi dan promosi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme, kapasitas kepemimpinan, serta efektivitas pelaksanaan tugas Polri,” ujar Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko saat memberikan keterangan resmi kepada media di Jakarta.
Ia menambahkan bahwa penyegaran ini sangat penting dalam rangka mengoptimalkan fungsi Polri sebagai pelayan, pelindung, dan pengayom bagi seluruh lapisan masyarakat.
​Penerbitan surat telegram Kapolri pada akhir Juni 2026 ini langsung memicu persiapan serah terima jabatan (sertijab) di lingkungan Polda Metro Jaya.
Para perwira yang namanya tercantum dalam telegram rahasia tersebut diwajibkan segera melakukan koordinasi internal untuk transisi tugas.
Pergantian formasi pimpinan ini diharapkan mampu membawa energi baru bagi jajaran kepolisian metro dalam menghadapi tantangan kamtibmas yang semakin kompleks di wilayah metropolitan.


