Dansatgas Pamtas RI-RDTL: Perayaan Natal dan Tahun Baru 2026, Momen Pererat Kebersamaan dalam Semangat Empati dan Toleransi

Atambua, Grandisma.com – Komandan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Dansatgas) RI–Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad, Letnan Kolonel Arm Dr. Erian Wijatmoko, menegaskan bahwa perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 menjadi momen penting untuk mempererat tali kebersamaan, sekaligus menguatkan nilai empati dan toleransi di tengah masyarakat dan personel di wilayah perbatasan Kabupaten Belu.

Acara silaturahmi dan perayaan bersama digelar di Markas Operasi (Mako) Satgas Pamtas RI–RDTL, Kelurahan Umanen, Kecamatan Atambua Barat, pada Senin (05/01/2026) malam.

Kegiatan dihadiri oleh Pemerintah Kabupaten Belu, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, dan berbagai elemen masyarakat lokal.

Dalam sambutannya, Dansatgas mengucapkan selamat Hari Raya Natal kepada seluruh undangan dan saudara-saudara umat Kristiani yang merayakan.

Ia menyampaikan harapan agar momentum Natal dapat membawa kedamaian, kesehatan, dan pengharapan bagi seluruh lapisan masyarakat di wilayah perbatasan.

“Pada malam hari ini kita hadir bersama dalam rangka silaturahmi sekaligus merayakan Natal dan Tahun Baru 2026. Semoga Natal membawa kedamaian, kesehatan, dan pengharapan bagi kita semua,” ujar Letkol Arm Dr. Erian Wijatmoko.

Ia menjelaskan bahwa dari total 27 personel Satgas Pamtas yang merayakan Natal, hanya 10 orang yang dapat hadir secara perwakilan.

Sisanya tetap menjalankan tugas pengamanan di berbagai pos perbatasan untuk menjaga keamanan dan ketertiban pada momen perayaan.

“Meskipun dengan keterbatasan dan tugas negara yang berat, saya selalu menekankan kepada seluruh prajurit untuk tetap meluangkan waktu mendekatkan diri kepada Tuhan melalui ibadah,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pelaksanaan tugas negara sangat bergantung pada kuasa Tuhan, agar seluruh personel dapat menyelesaikan tugas dengan aman dan kembali lengkap ke keluarga.

Menurut Dansatgas, perayaan Natal bukan hanya sekadar momentum ibadah semata. Lebih dari itu, acara tersebut menjadi sarana yang efektif untuk memperkuat rasa toleransi, kebersamaan, dan saling menghormati di tengah keragaman yang ada, baik di lingkungan internal Satgas maupun dalam interaksi dengan masyarakat Kabupaten Belu.

“Perayaan ini bukan hanya soal ibadah, tetapi bagaimana kita memperkuat toleransi, kebersamaan, dan saling menghormati di tengah keberagaman,” jelasnya.

Nilai-nilai ini menjadi dasar utama dalam menjalankan tugas pengamanan perbatasan agar selalu dekat dengan masyarakat.

Satgas Pamtas RI–RDTL Yonarmed 12 Kostrad telah mulai bertugas di wilayah perbatasan sejak 24 September 2025.

Selain menjalankan tugas pokok pengamanan dan patroli perbatasan, para personel juga aktif dalam berbagai upaya pencegahan pelanggaran hukum serta menciptakan suasana aman dan nyaman bagi warga perbatasan.

“Tugas kami bukan hanya patroli patok, tetapi bagaimana mencegah pelanggaran hukum dan menciptakan suasana perbatasan yang aman dan nyaman bagi masyarakat,” ucapnya.

Konsep ini mencerminkan nilai empati yang menjadi landasan kerja Satgas terhadap kondisi dan kebutuhan masyarakat lokal.

Bukti konkrit dari penerapan nilai empati terlihat dalam berbagai kegiatan sosial yang telah dilaksanakan.

Satgas telah menyelenggarakan dua kali khitanan massal, masing-masing melayani sekitar 60 pasien, sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi.

“Baru dua minggu bertugas, dokter kami didatangi masyarakat yang meminta khitan. Karena biaya cukup besar bagi masyarakat, kami langsung melaksanakan khitanan massal. Alhamdulillah antusias masyarakat sangat tinggi,” ungkapnya.

Selain khitanan massal, Satgas juga bekerja sama dengan komunitas lokal dalam kegiatan perbaikan rumah tidak layak huni. Hingga akhir tahun 2025, program ini telah menyasar tiga rumah di wilayah Weaituan, Kelurahan Umanen dan Lolo’wa, Kelurahan Lidak.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan komunitas dan pemerintah setempat sangat penting. Prinsip kami adalah empati kepada lingkungan dan masyarakat sekitar,” tegas Dansatgas.

Kerjasama ini menjadi bukti nyata bagaimana toleransi dan kebersamaan dapat menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Mengakhiri sambutannya, Letkol Arm Dr. Erian Wijatmoko menyampaikan terima kasih atas kehadiran seluruh undangan dan berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan di tahun 2026.

“Semoga ke depan kita terus berkolaborasi. Ini awal tahun yang baik bagi kita semua. Kehadiran Satgas Pamtas harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Belu,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *