ASN Pemprov NTT Rayakan Natal Bersama, Gubernur Minta Hilangkan Sekat Ego Sektoral  

BERITA, DAERAH, POLITIK, RELIGI332 Dilihat

ASN Pemprov NTT Rayakan Natal Bersama Kupang, Grandisma.com – Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) Lingkup Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berkumpul dalam acara Natal Bersama yang digelar di Aula Utama El Tari Kupang pada Selasa (13/1/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur NTT Melki Laka Lena mengajak seluruh ASN untuk menghilangkan sekat-sekat ego sektoral dan membangun kerja sama yang solid lintas perangkat daerah.

Acara yang dihadiri oleh berbagai unsur penting ini turut diikuti oleh Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Plh. Sekda NTT Flori R. Wuisan, Para Asisten dan Staf Ahli Gubernur, seluruh Pimpinan Perangkat Daerah, serta jajaran ASN dari berbagai unit kerja di lingkungan Pemprov NTT.

Tak hanya itu, hadir pula unsur Forkopimda Provinsi NTT, pimpinan seluruh instansi vertikal yang beroperasi di wilayah NTT, tokoh agama dari berbagai aliran kepercayaan, serta pengurus dan pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) se-NTT.

Acara Natal bersama tahun ini mengambil tema “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga” dengan subtema “Mewujudkan Pelayanan Publik yang Berintegritas dan Penuh Kasih sebagai Wujud Kehadiran Allah dalam Keluarga Besar KORPRI Pemerintah Provinsi NTT”.

Pelaksanaan acara ini dirancang bukan hanya sebagai perayaan tahunan, melainkan juga sebagai momentum untuk mempererat tali persaudaraan, memperkuat rasa kebersamaan, serta meneguhkan kembali semangat pengabdian dalam menjalankan pelayanan kepada masyarakat NTT.

“Pelaksanaan Natal bersama ini sebagai momentum mempererat tali persaudaraan, memperkuat kebersamaan, serta meneguhkan kembali semangat pengabdian dalam pelayanan kepada masyarakat,” jelas Gubernur Melki Laka Lena.

Dalam sambutannya, Gubernur mengungkapkan bahwa Natal bersama menjadi simbol yang kuat tentang ikatan kekeluargaan yang harus terus dijaga dan diperkuat di lingkungan ASN Pemprov NTT.

“Natal bersama juga menjadi simbol kuatnya ikatan kekeluargaan di lingkungan ASN Pemprov NTT. Di tengah rutinitas kerja, tantangan birokrasi, serta tuntutan kinerja yang tinggi, perayaan Natal menghadirkan ruang untuk saling menyapa, menguatkan, dan membangun solidaritas,” ucapnya.

Gubernur menegaskan bahwa tugas utama keluarga besar pemerintah Provinsi NTT adalah memastikan bahwa birokrasi dengan fungsi pelayanan publik dapat berjalan dengan lebih baik dari hari ke hari.

“Bagi keluarga besar pemerintah Provinsi NTT, ASN Provinsi NTT, tentu kita punya tugas agar memastikan agar birokrasi dengan fungsi pelayanan publik semakin baik dari hari ke hari,” katanya.

Ia mengajak seluruh ASN untuk senantiasa menjaga nilai-nilai unggul yang menjadi dasar profesionalisme, menjaga keharmonisan antar sesama, serta memelihara integritas agar menjadi kesatuan keluarga ASN yang kuat dan kokoh.

“Mari kita jaga nilai-nilai unggul agar kita bisa berkinerja dengan baik, rukun antar sesama ASN, menjaga integritas serta menjadi kesatuan keluarga ASN Pemprov NTT yang kuat dan tidak goyah,” pungkasnya.

Gubernur juga menyampaikan bahwa momentum Natal ini harus diikuti dengan semangat Pancasila yang mengedepankan gotong royong bagi seluruh keluarga besar ASN lingkup Pemprov NTT.

“ASN tidak hanya bekerja sebagai individu, tetapi sebagai satu keluarga besar dengan kerukunan yang memiliki tujuan bersama mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat NTT,” tambahnya.

Dalam bagian penting dari sambutannya, Gubernur menekankan bahwa semangat Natal harus diterjemahkan dalam pelayanan publik yang penuh integritas, serta mendorong kerja sama yang erat antar seluruh perangkat daerah.

“Dalam konteks birokrasi, semangat Natal ini mengajak ASN untuk melayani masyarakat dengan ketulusan dan empati, mengedepankan kejujuran, integritas, dan tanggung jawab, menjaga persatuan dalam keberagaman,” jelasnya.

Sebagai poin penting, Gubernur mengajak seluruh komponen ASN untuk menghilangkan segala bentuk sekat ego sektoral yang dapat menghambat kerja sama dan kinerja pelayanan publik.

“Saya mengajak untuk menghilangkan sekat-sekat ego sektoral dan membangun kerja sama lintas perangkat daerah, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang maksimal,” pungkas Gubernur Melki Laka Lena.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *