Wujudkan Mudik Inklusif, Dishub Jateng Pastikan Lansia dan Disabilitas Dapat Pendamping Khusus

BERITA, NASIONAL56 Dilihat

Wujudkan Mudik Inklusif, Dishub Jateng Pastikan Lansia dan Disabilitas Dapat Pendamping KhususSEMARANG, GRANDISMA.COM – Komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menyelenggarakan mudik yang inklusif semakin nyata.

Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Tengah memastikan kelompok rentan mendapatkan prioritas utama dalam layanan transportasi musim mudik 2026.

​Hal tersebut terungkap dalam kunjungan Tim Tenaga Ahli Menteri HAM RI di Posko Terpadu Dinas Perhubungan Kota Semarang, Sabtu (14/3).

Dishub memaparkan berbagai skema perlindungan bagi lansia, penyandang disabilitas, serta ibu hamil dan anak-anak.

​Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub Jateng, Bekora Seputranto, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan pendamping khusus di simpul-simpul transportasi.

Petugas ini bertugas membantu mobilisasi kelompok rentan mulai dari kedatangan hingga keberangkatan.

​”Kami tidak ingin ada masyarakat yang merasa terhambat hak mobilitasnya karena keterbatasan fisik. Oleh karena itu, personel pendamping disiagakan untuk memberikan bantuan navigasi dan fisik jika diperlukan,” ujar Bekora.

​Selain personel, infrastruktur di posko-posko terpadu juga telah didesain ramah disabilitas.

Jalur landai (ramp), toilet aksesibel, serta ruang tunggu prioritas telah tersedia untuk memastikan mereka dapat beristirahat dengan layak selama masa transit.

​Tenaga Ahli Menteri HAM, Veri Kusuma, memberikan apresiasi mendalam atas kebijakan ini.

Menurutnya, inklusivitas adalah ruh dari pemenuhan HAM, di mana negara tidak boleh meninggalkan satu orang pun dalam pelayanan publik.

​”Ini adalah bukti bahwa Jawa Tengah sangat serius memperhatikan kelompok rentan. Pendampingan bagi disabilitas bukan sekadar bantuan sosial, melainkan pemenuhan hak konstitusional warga negara,” tegas Veri

​Program ini juga terintegrasi dengan berbagai unsur lainnya seperti tim kesehatan dan keamanan.

Jika ada pemudik disabilitas yang membutuhkan penanganan medis khusus, tim dokter yang bersiaga di posko akan segera mengambil tindakan prioritas.

​Kemenham RI juga meninjau ketersediaan armada transportasi umum yang telah lolos uji kelaikan (ramp check).

Dishub menjamin bahwa bus-bus yang digunakan dalam program mudik dan balik gratis telah memenuhi standar keamanan bagi penumpang berkebutuhan khusus.

​Koordinasi lintas sektor di Posko Terpadu Semarang ini juga melibatkan penanggulangan bencana dan energi.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi jika terjadi cuaca ekstrem yang dapat membahayakan keselamatan para pemudik di perjalanan.

​Pihak kepolisian yang diwakili Kasi Turjali Ditsamapta Polda Jateng, Ali Mustofa, turut mendukung dengan pengamanan area posko.

Operasi rutin dilakukan untuk memastikan lingkungan posko tetap kondusif dan bebas dari gangguan kriminalitas.

​Kebijakan inklusif ini diharapkan dapat menjadi preseden bagi seluruh provinsi di Indonesia.

Dengan adanya pendampingan khusus, hambatan fisik dan usia tidak lagi menjadi penghalang bagi warga untuk merayakan hari raya di tanah kelahiran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *