Pantau Arus Mudik 2026, Tim Kemenham RI Temukan Terobosan Penting di Gerbang Tol Kalikangkung

BERITA85 Dilihat

Pantau Arus Mudik 2026, Tim Kemenham RI Temukan Terobosan Penting di Gerbang Tol KalikangkungSEMARANG, GRANDISMA.COM – Tim Tenaga Ahli Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) RI menemukan sejumlah terobosan penting saat melakukan pemantauan langsung di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung.

Titik krusial ini menjadi barometer keberhasilan penanganan mudik di jalur Trans Jawa.

​Rombongan Kemenham RI tiba di lokasi pada Sabtu (14/3) pagi dan langsung disambut oleh Wakapolda Jateng, Brigjen Pol. Dr. Latif Usman.

Pemantauan difokuskan pada kesiapan sarana prasarana yang menunjang aspek keselamatan dan kenyamanan pemudik.

​Salah satu terobosan yang mencuri perhatian adalah sistem simulasi CB Gate (Capacity Based Gate) yang dipaparkan oleh Ditlantas Polda Jateng.

Sistem ini memungkinkan pengaturan arus kendaraan secara otomatis berdasarkan beban volume kendaraan yang masuk secara real-time.

​Direktur Lalu Lintas Polda Jateng, M. Pratama Adhyasastra, menjelaskan bahwa rekayasa arus lalu lintas kini tidak lagi hanya berdasarkan insting petugas.

Semua keputusan strategis diambil berdasarkan data sensorik yang akurat guna mencegah antrean yang tidak manusiawi.

​Tenaga Ahli Menteri Bidang Human Trafficking dan HAM Berat, Martinus Gabriel Goa, menyatakan bahwa efisiensi di gerbang tol berkaitan erat dengan hak atas kesehatan.

Kemacetan yang terlalu lama dapat berdampak buruk pada kondisi fisik dan psikis pemudik.

​”Terobosan teknis seperti ini sebenarnya adalah bentuk perlindungan HAM. Petugas berupaya agar masyarakat tidak mengalami kelelahan ekstrem akibat hambatan perjalanan yang tidak perlu,” kata Martinus

​Selain aspek teknologi, tim juga menemukan ketersediaan fasilitas ramah keluarga yang sangat memadai di Pos Pelayanan Terpadu.

Tersedianya ruang laktasi dan area bermain anak menjadi nilai tambah yang sangat diapresiasi oleh tim pemantau.

​Fasilitas ini dianggap sangat penting karena pemudik yang membawa bayi dan anak-anak seringkali menjadi kelompok yang paling rentan selama perjalanan.

Keberadaan ruang khusus ini memberikan rasa tenang dan aman bagi para ibu menyusui.

​Tim Kemenham juga memeriksa koordinasi antara kepolisian dengan tim medis dari Puskesmas Karangmalang yang bersiaga di lokasi.

Layanan kesehatan darurat tersedia 24 jam untuk melayani pemudik yang mengalami gangguan kesehatan mendadak.

​Wakapolda Jateng menegaskan bahwa seluruh personel telah diberikan arahan untuk mengutamakan pelayanan preventif.

Pendekatan persuasif lebih dikedepankan dibandingkan tindakan represif demi menjaga suasana mudik yang damai dan bahagia.

​Kunjungan ini memastikan bahwa standar operasional prosedur (SOP) di GT Kalikangkung telah selaras dengan prinsip-prinsip HAM.

Tidak ditemukan adanya diskriminasi pelayanan bagi pengguna jalan di titik penyekatan maupun di area istirahat.

​Hasil temuan di GT Kalikangkung ini akan dijadikan salah satu poin rekomendasi nasional dalam penanganan arus mudik.

Kemenham RI menilai sinergi di titik ini merupakan model ideal pelayanan publik yang mengutamakan keselamatan jiwa dan martabat manusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *