Usung Semangat ‘Ayo Bangun NTT’, Gubernur Melki Ajak Lembaga Agama Dorong Ekonomi Rakyat

BERITA, DAERAH, POLITIK48 Dilihat

Usung Semangat 'Ayo Bangun NTT', Gubernur Melki Ajak Lembaga Agama Dorong Ekonomi RakyatSOE, GRANDISMA.COM – Dalam upaya mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di tingkat mikro, Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena menyerukan pentingnya peran lembaga keagamaan sebagai pilar penggerak ekonomi rakyat.

Seruan tersebut digaungkan dalam agenda Sidang Majelis Daerah (SMD) Khusus Gembala GBI NTT di Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Kamis (7/5/2026), sebagai bagian dari visi besar pembangunan berkelanjutan.

​Gubernur Melki menekankan bahwa semangat “Ayo Bangun NTT” merupakan pengejawantahan dari nilai gotong royong yang menjadi akar budaya bangsa.

Ia menyebut bahwa penguatan ekonomi masyarakat kini menjadi prioritas utama Pemerintah Provinsi NTT untuk memutus rantai ketidakberdayaan sosial.

Dalam konteks ini, gereja dipandang sebagai mitra strategis dalam memberdayakan jemaat melalui berbagai unit usaha produktif.

​”Banyak persoalan sosial di NTT berakar dari ketidakberdayaan ekonomi. Orang tidak bisa sekolah karena miskin. Karena itu, fokus kami adalah membangun ekonomi masyarakat, dan kami mengajak GBI untuk mendiskusikan langkah konkret apa yang bisa dikerjakan bersama,” tegas Melki dalam sambutannya di Aula Hotel Bahagia Dua.

​Melki secara khusus mengapresiasi GBI yang selama ini telah memulai inisiatif pembinaan ekonomi jemaat.

Menurutnya, langkah proaktif gereja dalam mengelola potensi ekonomi lokal sangat relevan dengan visi “NTT Maju dan Sejahtera”.

Ia meyakini bahwa jika ekonomi di tingkat jemaat kuat, maka ketahanan ekonomi daerah secara umum akan meningkat secara otomatis.

​Dalam forum yang digelar hingga 8 Mei tersebut, Gubernur juga mengaitkan semangat kolaborasi ini dengan nilai-nilai Pancasila.

Ia mengingatkan para hadirin tentang sejarah Bung Karno di Ende yang menemukan butir-butir Pancasila dari semangat kebersamaan masyarakat NTT.

Nilai gotong royong inilah yang menurutnya harus diimplementasikan dalam pembangunan ekonomi lintas sektor di masa sekarang.

​Selain memberikan arahan strategis, Gubernur Melki membuka ruang dialog langsung bagi para pemimpin gereja untuk menyodorkan program pemberdayaan yang bisa disinergikan dengan APBD maupun program kerja OPD terkait.

Ia menekankan bahwa pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri dalam menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa dukungan komunitas agama yang solid.

​Penekanan pembangunan juga diarahkan ke Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) sebagai wilayah dengan basis populasi terbesar.

Melki berpendapat bahwa pergerakan ekonomi di TTS memiliki efek domino yang besar terhadap statistik kemajuan Provinsi NTT. Oleh sebab itu, keterlibatan aktif para gembala di wilayah TTS menjadi sangat krusial dalam menggerakkan sektor-sektor produktif di desa-desa.

​Sebagai penutup, Gubernur Melki menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan moral dan doa dari para hamba Tuhan bagi kelancaran tugas pelayanan publik.

Ia berkomitmen untuk terus menjaga harmonisasi antara kebijakan pemerintah dan aspirasi lembaga keagamaan demi menciptakan iklim pembangunan yang inklusif bagi seluruh warga NTT tanpa terkecuali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *