Target Mendagri Tito Karnavian: Naikkan Kelas Festival Fulan Fehan Jadi Agenda Internasional Resmi

BERITA, PARIWISATA172 Dilihat

Target Mendagri Tito Karnavian: Naikkan Kelas Festival Fulan Fehan Jadi Agenda Internasional ResmiBELU, GRANDISMA.COM – Pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri menetapkan target tinggi bagi keberlanjutan Festival Fulan Fehan di Kabupaten Belu, NTT.

Pasca-menyaksikan kesuksesan penyelenggaraan edisi keempat, Mendagri Muhammad Tito Karnavian menginstruksikan jajaran pemerintah daerah untuk mulai menyusun cetak biru (blueprint) peningkatan status festival.

Festival Fulan Fehan ditargetkan segera masuk dalam kalender pariwisata internasional resmi yang diakui oleh organisasi global, guna menarik ceruk pasar wisatawan dunia.

​Instruksi penguatan status ini didasarkan pada kalkulasi matang mengenai potensi keunikan yang dimiliki oleh festival perbatasan ini.

Tito menilai, Festival ini memiliki modal diferensiasi kuat yang tidak dimiliki oleh festival kebudayaan lain di Indonesia, yaitu kombinasi keindahan lanskap savana murni dan keterlibatan aktif tiga negara lintas benua.

Peningkatan status menjadi agenda internasional resmi dinilai akan berdampak langsung pada akselerasi pertumbuhan ekonomi makro dan investasi pariwisata di Provinsi NTT.

​”Melihat kualitas penyajian, antusiasme masyarakat, serta dampak diplomasi regional yang dihasilkan hari ini, saya optimistis Festival Fulan Fehan sudah sangat layak naik kelas. Kita harus mulai mendesain agenda ini secara lebih masif untuk tahun-tahun mendatang. Saya berharap pada penyelenggaraan berikutnya, festival ini tidak hanya menjadi kebanggaan domestik, tetapi secara resmi bertransformasi menjadi festival internasional yang diakui dunia,” pungkas Tito Karnavian, Sabtu (27/06/2026).

​Untuk merealisasikan target besar tersebut, Kemendagri mendorong adanya sinergi lintas kementerian, termasuk Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Kementerian Luar Negeri.

Penguatan aksesibilitas transportasi menuju Belu, peningkatan kapasitas akomodasi lokal, serta manajemen promosi digital berbasis global menjadi aspek krusial yang harus segera dibenahi oleh Pemkab Belu di bawah kepemimpinan Bupati Willybrodus Lay.

Infrastruktur penunjang di sekitar kawasan Lamaknen harus ditingkatkan standarnya.

​Rencana kenaikan kelas festival ini disambut positif oleh Bupati Belu, Willybrodus Lay, beserta seluruh tokoh adat dari empat suku besar.

Pemkab Belu berkomitmen untuk mempertahankan keaslian ritual adat dan kemurnian lingkungan savana sebagai daya tarik utama, meskipun skala festival akan diperbesar menjadi internasional.

Proteksi terhadap hak kekayaan intelektual atas motif tenun ikat lokal dan hak-hak seniman tradisional akan menjadi prioritas utama dalam penyusunan regulasi daerah mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *