Salut! Kelompok Tani Mane Bala Panen 3.000 Kol, Raih Keuntungan Rp24 Juta  

BERITA, DAERAH, PERTANIAN127 Dilihat

Kelompok Tani Mane Bala Belu, Grandisma.com – Kelompok Tani Mane Bala, Panen 3.000 Kol, Raih Keuntungan, Rp24 Juta dalam kegiatan panen yang digelar di Dusun Weliurai, Desa Kabuna, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Selasa (20/01/2026).

Kegiatan yang juga dihadiri Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, ST, menjadi bukti nyata kerja sama antara pemerintah dan petani dalam memperkuat ketahanan pangan di wilayah perbatasan.

Kehadiran Wakil Bupati Belu dalam acara panen tersebut merupakan bentuk dukungan langsung Pemerintah Daerah Kabupaten Belu terhadap upaya penguatan ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani.

Hadir bersama dalam kesempatan tersebut adalah Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu, Vincensius Kurniawan Laka, ST, para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta seluruh anggota kelompok tani.

Dalam sambutannya, Wabup Vicente menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak boleh berhenti sebagai slogan semata, melainkan harus diwujudkan melalui kerja nyata dan berkelanjutan antara pemerintah dan petani.

“Ketahanan pangan itu bukan hanya kita bicara slogan, tetapi bagaimana pemerintah dan petani terus bergerak bersama dengan dukungan nyata dari pemerintah,” tegasnya.

Ia juga memaparkan kondisi riil petani di Desa Kabuna yang memiliki sekitar 1.500 kepala keluarga, dengan 1.000 kepala keluarga bermata pencaharian sebagai petani. Namun, sebagian besar di antaranya tidak memiliki lahan sendiri.

“Dari data ini terlihat jelas bahwa peran pemerintah sangat dibutuhkan untuk mencari solusi, agar petani tetap bisa berproduksi dan meningkatkan taraf hidupnya meskipun memiliki keterbatasan lahan,” ujar Wabup Vicente.

Selain itu, ia meminta kepada para PPL untuk memperhatikan pengelolaan dan pembagian air agar dapat merata ke seluruh lahan pertanian, sehingga produktivitas petani dapat terus terjaga.

Ia berharap ke depan tidak hanya Kelompok Tani Mane Bala yang terus berproduksi, tetapi juga kelompok-kelompok tani lain di Kabupaten Belu.

Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu, Vincensius Kurniawan Laka, ST, menyampaikan bahwa keberhasilan panen kol tersebut merupakan hasil dari kerja sama antara petani, penyuluh, dan pemerintah daerah.

“Panen kol hari ini adalah bukti bahwa jika pendampingan dilakukan secara konsisten dan petani bekerja dengan tekun, maka hasilnya bisa sangat baik,” katanya.

Menurutnya, pemerintah daerah melalui dinas terkait akan terus hadir mendampingi petani mulai dari tahap perencanaan tanam, penyediaan sarana produksi, hingga pascapanen.

Dukungan yang diberikan tidak hanya berupa bantuan alat dan mesin pertanian, pupuk subsidi, serta benih, tetapi juga pendampingan teknis oleh para PPL.

“Kami mendorong agar kelompok tani tidak berhenti sampai di satu kali panen saja, tetapi terus berproduksi secara berkelanjutan. Dengan pengelolaan air yang baik, pola tanam yang tepat, serta kerja sama antarpetani, ketahanan pangan di Kabupaten Belu dapat terus diperkuat,” tambahnya.

Plt. Kadis juga menegaskan bahwa dinasnya akan terus melakukan pembinaan dan monitoring terhadap kelompok-kelompok tani sesuai arahan Bupati dan Wakil Bupati Belu, agar pertanian menjadi sektor yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Mane Bala, Arnoldus Naiusu, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pendampingan yang diberikan oleh pemerintah daerah.

“Perhatian pemerintah kepada kami sangat luar biasa. Sejak awal merintis, kami terus didampingi, mulai dari penyediaan alat dan mesin pertanian, pupuk subsidi, hingga bibit,” ungkapnya.

Arnoldus menambahkan, pada panen kali ini kelompoknya berhasil memanen sekitar 3.000 kol dengan harga jual Rp8.000 per buah.

Dari hasil tersebut, total pendapatan mencapai sekitar Rp26.000.000 dengan biaya produksi sekitar Rp2.000.000, sehingga keuntungan bersih yang diperoleh mencapai Rp24.000.000.

Dalam acara tersebut, Wakil Bupati Belu bersama rombongan langsung melakukan panen kol secara simbolis, yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama terkait pengembangan pertanian dan dukungan pemerintah ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *