Tak Hanya Pemerintah, Kolaborasi Komunitas Hadirkan Operasi Katarak Gratis bagi Warga Belu

BERITA, KESEHATAN64 Dilihat

Tak Hanya Pemerintah, Kolaborasi Komunitas Hadirkan Operasi Katarak Gratis bagi Warga BeluBELU, GRANDISMA.COM – Kolaborasi pemerintah, tenaga medis, komunitas sosial, dan organisasi kemasyarakatan menghadirkan pelayanan pemeriksaan mata serta operasi katarak gratis bagi warga Kabupaten Belu.

Kegiatan kemanusiaan yang berlangsung di Halaman Keuskupan Lama Atambua, Jumat (23/10/2026), menjadi bentuk kerja bersama untuk memperluas akses kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Belu, Elly Ch. Rambitan, S.H., membuka kegiatan tersebut sekaligus menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang terlibat.

Menurutnya, kemitraan lintas sektor merupakan bagian penting dalam menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.

“Pembangunan kesehatan tidak dapat dilaksanakan oleh pemerintah semata. Diperlukan kemitraan yang kuat antara pemerintah, tenaga medis, organisasi sosial, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat,” kata Elly dalam sambutannya.

Ia menilai pelayanan kesehatan mata memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

Gangguan penglihatan akibat katarak dapat membatasi aktivitas, mengurangi kemandirian, dan memengaruhi kemampuan seseorang untuk bekerja maupun menjalankan kegiatan sehari-hari.

Karena itu, kegiatan bakti sosial ini diharapkan membuka kesempatan bagi warga untuk memperoleh pemeriksaan dan penanganan medis.

Bagi pasien yang membutuhkan operasi, tindakan akan dilakukan berdasarkan pemeriksaan serta pertimbangan tim medis yang menangani.

Elly juga mengingatkan peserta agar mengikuti tahapan pemeriksaan dengan baik dan memberikan informasi kesehatan secara terbuka kepada petugas.

Pasien yang menjalani operasi diminta mematuhi instruksi dokter agar proses pemulihan berlangsung sesuai anjuran medis.

Kegiatan ini didukung berbagai unsur, termasuk anggota DPRD Provinsi NTT, pimpinan organisasi perangkat daerah Kabupaten Belu, perwakilan Kodim 1605/Belu, JFF Indonesia, Komunitas Cinta Kasih Denpasar Bali, Komunitas Bisnis Katolik Bali, serta Pengurus PERDANI Wilayah NTT. Kehadiran para rohaniwan dan rohaniwati turut memberi dukungan moral bagi penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Keterlibatan beragam pihak memperlihatkan bahwa upaya meningkatkan akses kesehatan dapat dilakukan melalui kerja sama yang saling melengkapi.

Pemerintah daerah berperan dalam mendorong pelayanan, tenaga medis menjalankan pemeriksaan dan tindakan sesuai kompetensi, sementara komunitas dan organisasi sosial membantu menggerakkan kepedulian terhadap warga yang membutuhkan.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Belu berharap semakin banyak masyarakat memperoleh akses terhadap pelayanan kesehatan mata.

Ke depan, kolaborasi serupa perlu terus diperkuat agar pelayanan kesehatan tidak hanya hadir dalam kegiatan bakti sosial, tetapi juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. (ForkopimdaBelu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *