RUPS Bank NTT di Ende: Gubernur Melki Laka Lena Tegaskan Integritas dan Kepercayaan Rakyat adalah Harga Mati

BERITA, DAERAH, EKONOMI10 Dilihat

RUPS Bank NTT di Ende: Gubernur Melki Laka Lena Tegaskan Integritas dan Kepercayaan Rakyat adalah Harga MatiENDE, GRANDISMA.COM – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa Bank NTT bukan sekadar lembaga keuangan penyimpan modal, melainkan “urat nadi” bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat di bumi Flobamora.

Hal tersebut disampaikan dalam Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) bersama para kepala daerah, pemegang saham, dan jajaran manajemen Bank NTT yang berlangsung di Kabupaten Ende, Jumat (15/5).

​Dalam agenda yang mempertemukan para pemangku kepentingan utama tersebut, Gubernur Melki menekankan bahwa pembahasan tidak boleh hanya terpaku pada angka-angka statistik, besaran dividen, atau formalitas laporan tahunan.

Fokus utama transformasi bank daerah ini harus diarahkan pada bagaimana Bank NTT menjadi lembaga yang semakin kuat, sehat, modern, dan sepenuhnya dipercaya oleh rakyatnya sendiri.

​Gubernur Melki secara eksplisit menyoroti bahwa dalam industri perbankan, kepercayaan adalah aset yang sangat mahal.

Menurutnya, pertumbuhan bisnis yang progresif tidak akan berarti apa-apa jika tidak dibarengi dengan integritas yang kokoh dari seluruh jajaran manajemen hingga staf di lapangan.

​”Kepercayaan itu mahal dan integritas tidak bisa dinegosiasi,” ujar Gubernur Melki saat memberikan arahan di hadapan para pemegang saham.

Ia mengingatkan bahwa Bank NTT memegang tanggung jawab moral untuk mengawal mimpi-mimpi kecil masyarakat NTT agar dapat tumbuh menjadi usaha yang besar dan berdampak luas.

​Kepada Direktur Kepatuhan Bank NTT yang baru Gubernur juga menitipkan pesan khusus agar pejabat baru tersebut mampu menjalankan peran sebagai benteng pertahanan perusahaan.

Direktur Kepatuhan diharapkan dapat menjamin seluruh operasional Bank NTT tetap berjalan tegak lurus pada jalur hukum dan regulasi perbankan yang ketat.

​Gubernur Melki berharap Bank NTT tidak hanya mengejar profitabilitas semata, tetapi juga harus mampu tumbuh secara organik bersama rakyat.

Kehadiran bank daerah harus dirasakan manfaatnya secara nyata oleh para pelaku UMKM dan masyarakat di pelosok NTT yang sedang berjuang meningkatkan taraf hidup mereka.

​Transformasi menuju perbankan modern menjadi salah satu poin krusial dalam diskusi tersebut.

Pihak manajemen diminta untuk terus berinovasi dalam layanan digital guna menjawab tantangan zaman, namun tetap mempertahankan sentuhan humanis yang menjadi ciri khas pelayanan kepada masyarakat lokal.

​Pertemuan di Ende ini diharapkan menjadi titik balik penguatan fondasi Bank NTT ke depan.

Dengan pengawasan yang ketat dan komitmen pada integritas, bank milik pemerintah daerah ini diproyeksikan menjadi pilar utama stabilitas ekonomi di Nusa Tenggara Timur dalam menghadapi dinamika pasar global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *