KUPANG, GRANDISMA.COM – Kabupaten Rote Ndao kini tengah dipersiapkan untuk menjadi beranda depan ekonomi nasional di sektor garam. Penetapan wilayah ini sebagai Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) membawa harapan baru bagi kemajuan daerah.
Gubernur NTT Melki Laka Lena menyebut proyek ini sebagai momentum emas untuk mengubah wajah ekonomi wilayah selatan. Hal itu diungkapkan dalam pertemuan strategis bersama Tim Terpadu di Kupang, Kamis (23/4).
Kehadiran K-SIGN diproyeksikan memberikan multiplier effect yang luar biasa bagi warga Rote dan sekitarnya. Mulai dari pembangunan infrastruktur jalan hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia lokal.
”Rote Ndao tidak lagi hanya dipandang sebagai wilayah terluar, tetapi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di selatan Indonesia,” jelas Melki.
Pemerintah pusat melalui kementerian terkait telah mengalokasikan anggaran besar untuk mendukung hilirisasi industri di sana. Hal ini mencakup pembangunan pabrik pengolahan garam berkualitas industri dan konsumsi.
Dengan adanya industri ini, ketergantungan Indonesia terhadap impor garam diharapkan bisa ditekan secara signifikan. NTT akan mengambil peran strategis dalam menjaga kedaulatan pangan nasional.
Pemerintah Provinsi NTT juga tengah menyiapkan program pelatihan bagi pemuda Rote agar bisa terserap di industri tersebut. Keahlian di bidang teknik mesin dan manajemen logistik menjadi fokus utama pelatihan.
Sektor pariwisata Rote Ndao juga diyakini akan ikut terdongkrak dengan perbaikan infrastruktur pendukung industri. Sinkronisasi antara industri garam dan pariwisata bahari akan menjadi model pembangunan unik di NTT.
Gubernur menekankan bahwa iklim investasi yang kondusif harus dijaga bersama oleh seluruh elemen masyarakat. Kehadiran investor harus disambut sebagai mitra dalam membangun daerah yang lebih bermartabat.
Plh. Sekda NTT, Flouri Rita Wuisan, menyatakan kesiapan administrasi daerah dalam mendukung percepatan proyek ini. Sinkronisasi tata ruang wilayah (RTRW) sudah disiapkan untuk mengakomodasi kawasan industri tersebut.
Proyek ini diharapkan mulai beroperasi secara parsial pada akhir tahun 2027 mendatang. Semua mata kini tertuju pada Rote Ndao sebagai harapan baru dari beranda selatan Nusantara.
Pertemuan tersebut ditutup dengan penyerahan peta rencana kawasan industri kepada perwakilan tim teknis lapangan.





