BELU, GRANDISMA.COM – Pelantikan pejabat administrator dan pengawas di Kabupaten Belu pada Senin (16/3/2025) diwarnai pesan mendalam dari Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves.
Dengan tegas, ia mengingatkan bahwa jabatan adalah amanah rakyat yang harus dipertanggungjawabkan di dunia dan akhirat.
​Vicente menyoroti fenomena pejabat yang seringkali lupa diri setelah mendapatkan kursi kekuasaan.
Baginya, mentalitas “ingin dilayani” harus dibuang jauh-jauh dari lingkungan birokrasi Kabupaten Belu jika ingin daerah ini maju.
​”Ingat, jabatan ini bukan sekadar kedudukan struktural atau untuk gagah-gagahan. Ini adalah kepercayaan pimpinan dan amanah dari Tuhan melalui suara rakyat yang harus dijalankan dengan rasa takut,” ujar Wabup Vicente.
​Ia meminta para pejabat baru untuk tetap rendah hati dan tidak bersikap eksklusif terhadap bawahan maupun masyarakat.
Komunikasi yang harmonis di lingkungan kerja menjadi kunci suksesnya sebuah program pemerintahan.
​Etika pemerintahan juga menjadi sorotan utama dalam sambutannya.
Seorang pejabat harus mampu menjadi role model atau teladan dalam disiplin dan perilaku bagi staf serta lingkungan sekitarnya.
​Vicente tidak ingin para pejabat terjebak dalam rutinitas formalitas yang membosankan.
Inovasi dan kreativitas sangat dibutuhkan untuk memutus rantai birokrasi yang lamban agar masyarakat merasa terlayani dengan maksimal.
​Selain aspek kerja, Wabup juga menyentuh sisi spiritual.
Ia berharap para pejabat memandang pekerjaan mereka sebagai bentuk ibadah, sehingga segala tindakan yang diambil selalu berorientasi pada kebenaran dan kejujuran.
​Dukungan keluarga pun tak luput dari perhatiannya.
Ia meminta para istri atau suami pejabat untuk memberikan dukungan positif agar pasangan mereka bisa fokus bekerja demi kepentingan pembangunan daerah.
​Prosesi pengambilan sumpah di bawah kitab suci pada hari itu diharapkan bukan sekadar seremonial belaka.
Namun, menjadi pengingat abadi tentang janji setia kepada bangsa dan negara, khususnya untuk masyarakat Belu.
​Wabup Vicente menutup pidatonya dengan harapan agar Belu dipimpin oleh orang-orang yang memiliki hati nurani.
“Bekerjalah dengan hati, maka masyarakat akan mencintai kepemimpinan kalian,” pungkasnya.





