Perjanjian Kerja Sama Regional Bali–NTB–NTT Diteken, Gubernur Melki : “Kita Merajut Persaudaraan Sunda Kecil”  

BERITA, DAERAH, POLITIK163 Dilihat

Perjanjian Kerja Sama Labuan Bajo, Grandisma.com– Perjanjian Kerja Sama (PKS) Regional Bali–Nusa Tenggara Barat (NTB)–Nusa Tenggara Timur (NTT) telah ditandatangani di ITDC The Golo Mori, Kabupaten Manggarai Barat, pada Rabu (28/1/2026).

Acara penandatanganan dihadiri dan disaksikan langsung oleh para pemimpin daerah dari ketiga provinsi.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, Gubernur Bali, I Wayan Koster, dan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menjadi pihak yang menandatangani dokumen kerja sama regional tersebut.

Perjanjian ini difokuskan pada lima bidang strategis yang dirancang untuk memperkuat kemajuan kawasan Sunda Kecil.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa PKS Regional Bali–NTB–NTT (KR-BNN) merupakan bentuk nyata komitmen politik, ekonomi, dan kebudayaan ketiga provinsi.

Langkah ini dilakukan dalam rangka merawat dan memperkuat persaudaraan yang telah ada di kawasan Sunda Kecil.

“Hari ini kita menorehkan sebuah babak baru pembangunan Indonesia Timur. Perjanjian kerja sama ini bukan sekadar formalitas birokrasi, tetapi manifestasi tekad kolektif untuk meruntuhkan sekat-sekat isolasi dan membangun jembatan kolaborasi antarwilayah,” ujar Melki Laka Lena.

Kelima sektor yang disepakati dalam kerja sama ini telah ditetapkan sebagai bidang yang memiliki peran krusial bagi kesejahteraan masyarakat di Bali, NTB, dan NTT.

Setiap sektor dirancang untuk memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan kawasan secara menyeluruh.

Pada sektor konektivitas transportasi, upaya integrasi sistem transportasi laut, penyeberangan, dan udara dilakukan secara lebih efektif dan efisien.

Pergerakan orang dan barang antar wilayah dipermudahkan, termasuk melalui penjajakan rute-rute baru seperti seaplane yang diharapkan dapat membuka isolasi wilayah terpencil.

Di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif, sebuah ekosistem pariwisata terpadu akan dibangun oleh ketiga provinsi.

Wisatawan tidak hanya akan diarahkan untuk berkunjung ke Bali, tetapi juga ke destinasi di NTB dan NTT melalui penguatan branding bersama, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta standarisasi layanan pariwisata bertaraf internasional.

Sementara pada sektor energi terbarukan, kerja sama ini dijadikan langkah awal menuju ketahanan energi kawasan.

Studi kelayakan dan peta jalan pemanfaatan potensi energi surya, angin, dan air telah direncanakan untuk disusun secara berkelanjutan.

Untuk bidang perdagangan dan ekspor, Bali telah ditetapkan sebagai hub ekspor regional.

Produk-produk unggulan dari NTB dan NTT, seperti hasil pertanian, peternakan, dan kerajinan, akan mendapatkan dukungan akses pasar yang lebih transparan serta jalur distribusi yang lebih luas melalui promosi kolaboratif dan perdagangan antarpulau.

Adapun dalam integrasi perencanaan pembangunan, sinergi antar ketiga provinsi akan diperkuat melalui lembaga Bappeda.

Kebijakan pembangunan diharapkan tidak berjalan parsial, melainkan terorkestrasi dalam satu irama pembangunan nasional yang berdaya saing, berkeadilan, dan berkelanjutan.

“Apa yang kita lakukan hari ini adalah sebuah legacy. Kita bergerak melampaui ego sektoral dan ego teritorial. Penandatanganan ini adalah pintu pembuka menuju kerja sama yang lebih luas, termasuk di bidang layanan kesehatan, transformasi digital, pendidikan tinggi, mitigasi bencana, dan keamanan laut,” tegas Gubernur Melki.

Kegiatan penandatanganan ini dihadiri oleh berbagai pihak penting, antara lain Ketua DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya, Ketua DPRD NTB, Baiq Isvie Rupaeda beserta para anggota DPRD, para Sekretaris Daerah dan Plh. Sekretaris Daerah ketiga provinsi, Presiden Direktur Lion Group Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi, para Bupati/Wakil Bupati dan Wali Kota/Wakil Wali Kota se-kawasan, serta pimpinan BUMN dan BUMD terkait.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *