Pemprov Kaltara Raih Penghargaan OPSI: SIBATIK Dinobatkan Inovasi Pelayanan Publik Terbaik

BERITA, DAERAH, POLITIK187 Dilihat

Jakarta, Grandisma.com – Komitmen teguh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) menyediakan pelayanan publik yang inovatif dan berorientasi pada masyarakat telah berbuah positif.

Inovasi Sistem Informasi Bullying Terintegrasi dan Interaktif (SIBATIK) berhasil menyabet gelar Outstanding Public Service Innovations (OPSI) dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2025.

Penghargaan bergengsi ini diserahkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) RI, Rini Widyantini, kepada Gubernur Kaltara Dr. H. Zainal A Paliwang, S.H., M.Hum, dalam acara penyerahan hadiah KIPP 2025 yang diadakan di Jakarta, Senin (15/12/2025).

Acara ini dihadiri oleh pejabat pemerintah pusat, pejabat daerah, dan tokoh inovasi dari seluruh Indonesia.

SIBATIK yang menjadi sorotan tidak muncul dari nowhere. Inovasi ini berawal dari inisiatif SMA Negeri 1 Nunukan Selatan yang kemudian didukung penuh oleh Pemprov Kaltara untuk dikembangkan menjadi sistem yang terintegrasi dan berdaya guna bagi masyarakat luas.

Inovasi ini diakui oleh juri KIPP 2025 sebagai inovasi yang memberikan dampak positif dan langsung kepada masyarakat.

Khususnya dalam upaya pencegahan dan penanganan bullying atau perundungan, yang menjadi masalah serius di lingkungan pendidikan dan masyarakat.

Menteri PANRB RI Rini Widyantini dalam pidatonya menekankan pentingnya inovasi sebagai respons pemerintah terhadap kompleksitas kebutuhan publik saat ini.

Ia menyatakan bahwa inovasi tidak hanya tentang menciptakan ide baru, tetapi lebih pada memberikan solusi nyata yang bermanfaat.

“Melalui inovasi pelayanan publik, kita ingin menghadirkan solusi nyata yang berdampak langsung kepada masyarakat, bukan sekadar melahirkan ide baru,” tegas Menteri Rini.

Ia juga menambahkan bahwa SIBATIK menjadi contoh yang baik bagaimana inovasi dari daerah dapat memberikan kontribusi besar.

Selain memberikan penghargaan, Menteri Rini juga mendorong agar inovasi SIBATIK ini dapat direplikasi dan diterapkan oleh instansi lain di seluruh Indonesia.

Ia berharap SIBATIK dapat menjadikannya standar baru dalam tata kelola perlindungan anak berbasis digital.

“Kita harapkan SIBATIK tidak hanya menjadi kebanggaan Kaltara, tetapi juga menjadi model bagi seluruh daerah di Indonesia dalam menangani masalah bullying dengan teknologi yang canggih dan terintegrasi,” ungkapnya.

Gubernur Kaltara Dr. H. Zainal A Paliwang menyampaikan rasa bangga yang mendalam atas pencapaian ini.

Ia menyatakan bahwa penghargaan OPSI adalah bukti nyata dari komitmen Pemprov Kaltara untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui inovasi.

“Kami sangat bangga karena SIBATIK dinobatkan sebagai inovasi pelayanan publik terbaik. Ini adalah hasil kerja keras seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pemangku kepentingan yang telah berkontribusi dalam pengembangan inovasi ini,” ujar Gubernur Zainal.

Ia juga menambahkan bahwa Pemprov Kaltara akan terus mendukung pengembangan SIBATIK agar lebih optimal dan dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

Khususnya dalam memperkuat pencegahan bullying di semua tingkatan pendidikan dan masyarakat.

Acara penyerahan hadiah diakhiri dengan kesaksian semua hadirin untuk terus mendorong inovasi pelayanan publik di seluruh Indonesia.

SIBATIK sebagai juara OPSI di KIPP 2025 diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk menciptakan solusi inovatif yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *