ISLAMABAD, GRANDISMA.COM – Pemerintah Pakistan secara resmi menyampaikan apresiasi tinggi atas dimulainya negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran.
Perdana Menteri Pakistan menyatakan bahwa pertemuan yang berlangsung pada 11-12 April 2023 di Islamabad tersebut merupakan tonggak sejarah baru dalam diplomasi Timur Tengah dan Asia Selatan.
Dalam acara Konferensi Pesan Islam Internasional yang digelar di Islamabad pada Rabu (06/05/2026), pemimpin Pakistan tersebut menekankan bahwa ini adalah pertama kalinya sejak puluhan tahun kedua pihak yang bertikai bersedia duduk di satu meja.
Pakistan merasa terhormat dapat memfasilitasi dialog yang dianggap mustahil oleh banyak pihak sebelumnya.
”Kami menganggap ini sebagai tugas suci bagi dunia Islam dan perdamaian global. Dengan kebijaksanaan dan tekad yang kuat, pintu dialog kini telah terbuka lebar,” ujar Perdana Menteri Pakistan di hadapan para delegasi internasional.
Ia berkomitmen bahwa Pakistan akan terus mengawal proses ini hingga mencapai kesepakatan permanen.
Pakistan berharap bahwa pembicaraan ini akan segera membuahkan hasil nyata di lapangan, terutama dalam menghentikan pertumpahan darah dan kerugian materi yang tidak perlu di wilayah Teluk.
Dukungan Pakistan ini mendapat sambutan positif dari berbagai negara tetangga yang selama ini terdampak oleh instabilitas di Selat Hormuz.
Upaya mediasi ini dilakukan di tengah ketegangan militer yang masih membayangi.
Kehadiran delegasi tingkat tinggi dari kedua negara di Islamabad menunjukkan adanya keinginan untuk mencari jalan keluar dari kebuntuan politik dan ekonomi akibat sanksi serta blokade yang saling mengunci.
Keterlibatan Pakistan tidak hanya sebatas menyediakan tempat pertemuan, tetapi juga aktif memberikan masukan teknis terkait perdamaian kawasan.
Pakistan berkepentingan langsung terhadap stabilitas ini karena ketergantungan energi dan jalur perdagangan yang melewati perairan teluk.
Dunia internasional kini menanti langkah selanjutnya dari hasil negosiasi Islamabad tersebut.
Jika berhasil, ini akan menjadi prestasi diplomatik terbesar bagi Pakistan dalam dekade terakhir sekaligus mengakhiri salah satu konflik paling berbahaya di dunia saat ini.
Pemerintah Pakistan juga mengimbau kepada komunitas internasional untuk memberikan ruang bagi diplomasi dan tidak melakukan tindakan provokatif yang dapat merusak suasana dialog yang sudah mulai terbangun dengan baik.






