Operasi Katarak Gratis Digelar di Atambua, Pemkab Belu Buka Akses Pengobatan bagi Warga

BERITA, KESEHATAN68 Dilihat

Operasi Katarak Gratis Digelar di Atambua, Pemkab Belu Buka Akses Pengobatan bagi WargaBELU, GRANDISMA.COM – Pemerintah Kabupaten Belu mendorong perluasan akses pelayanan kesehatan mata bagi masyarakat melalui kegiatan bakti sosial pemeriksaan mata dan operasi katarak gratis di Halaman Keuskupan Lama Atambua, Jumat (23/10/2026).

Kegiatan ini diharapkan membantu warga yang mengalami gangguan penglihatan mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis yang dibutuhkan.

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Belu, Elly Ch. Rambitan, S.H., secara resmi membuka kegiatan tersebut.

Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi menyelenggarakan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya warga yang menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan medis.

“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Belu, saya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Kegiatan ini bukan sekadar memberikan pelayanan pemeriksaan dan operasi, tetapi merupakan wujud nyata kepedulian sosial dan komitmen bersama untuk mendekatkan akses kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Elly.

Menurut Elly, kesehatan mata merupakan bagian penting dari kualitas hidup yang kerap luput dari perhatian.

Gangguan penglihatan, terutama katarak, dapat membatasi mobilitas, mengurangi kemandirian, dan menghambat aktivitas sehari-hari, termasuk pekerjaan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, warga memperoleh kesempatan untuk menjalani pemeriksaan kondisi mata dan mendapatkan penanganan sesuai hasil penilaian tenaga medis.

Pasien yang akan menjalani operasi diharapkan mengikuti setiap tahapan pemeriksaan untuk memastikan tindakan dilakukan berdasarkan pertimbangan medis.

Elly juga mengingatkan peserta agar menyampaikan kondisi kesehatan secara jujur kepada petugas dan mematuhi seluruh petunjuk dokter.

Menurutnya, kepatuhan terhadap prosedur medis, termasuk perawatan setelah operasi, merupakan bagian penting dalam mendukung proses pemulihan pasien.

Ia menegaskan, peningkatan pelayanan kesehatan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah daerah.

Dibutuhkan kerja sama antara pemerintah, tenaga medis, organisasi sosial, dunia usaha, dan masyarakat agar pelayanan dapat menjangkau warga yang membutuhkan.

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, antara lain anggota DPRD Provinsi NTT, pimpinan organisasi perangkat daerah Kabupaten Belu, perwakilan Kodim 1605/Belu, JFF Indonesia, Komunitas Cinta Kasih Denpasar Bali, Komunitas Bisnis Katolik Bali, PERDANI Wilayah NTT, serta para rohaniwan dan rohaniwati.

Rangkaian pelayanan dijadwalkan mencakup pemeriksaan mata hingga tindakan operasi katarak oleh tim medis.

Melalui bakti sosial ini, masyarakat diharapkan memperoleh akses penanganan gangguan penglihatan yang lebih baik.

Keberlanjutan pelayanan, pemeriksaan yang tepat, dan pendampingan pasien menjadi hal penting agar upaya pemulihan kesehatan mata dapat memberikan manfaat nyata bagi warga Kabupaten Belu. (ForkopimdaBelu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *