Kejari Belu Tegaskan Komitmen Penegakkan Hukum dan Integritas Sebagai Budaya Kerja

BERITA, DAERAH298 Dilihat

Atambua, Grandisma.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Belu menegaskan komitmen kuat dalam penegakkan hukum dan integritas sebagai budaya kerja. Hal itu disampaikan Johannes Harysuandy Siregar, S.H, M.H, Kepala KejaksaannNegeei Belu dalam acara peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) Tahun 2025.

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Umum Atambua mengusung tema “Berantas Korupsi untuk Kemakmuran Rakyat” dan dihadiri oleh jajaran Forkopimda, perwakilan BUMN/BUMD, serta tamu undangan dari berbagai elemen masyarakat.

Dalam sambutannya, Johannes Siregar menekankan bahwa peringatan Hakordia bukan sekadar acara seremonial yang hanya dilaksanakan sekali setahun. Menurutnya, momentum ini merupakan panggilan moral yang kuat bagi seluruh warga, terutama generasi muda, untuk secara tegas menolak segala bentuk penyimpangan dan tetap menjaga nilai integritas dalam setiap tindakan.

“Setiap rupiah yang dikorupsi adalah hak pendidikan anak-anak kita. Setiap penyalahgunaan kewenangan adalah ancaman bagi masa depan bangsa,” tegasnya dalam pidato

Kejaksaan Negeri Belu, lanjutnya, telah berkomitmen penuh untuk menegakkan hukum secara tegas, proporsional, dan berkeadilan.

Langkah-langkah penegakan hukum yang dilakukan selalu berlandaskan prinsip keadilan agar setiap pelaku pelanggaran hukum, tanpa memandang status, mendapatkan hukuman yang layak.

Namun demikian, Kepala Kejaksaan menekankan bahwa upaya pemberantasan korupsi bukan hanya menjadi tugas tunggal aparat penegak hukum.

Menurutnya, ini adalah tanggung jawab kolektif yang harus diemban oleh seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, swasta, hingga masyarakat awam.

“Satukan aksi basmi korupsi, demi Belu hebat bebas korupsi,” ujarnya

Selain memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia, acara tersebut juga sekaligus merayakan beberapa momentum penting lainnya. Di antaranya adalah Hari AIDS Sedunia, Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, Hari Hak Asasi Manusia, serta Hari Disabilitas Internasional.

Kepala Kejaksaan Negeri Belu menjelaskan bahwa semua momentum tersebut pada dasarnya bermuara pada satu nilai inti yang sama, yaitu martabat manusia.

Setiap upaya yang dilakukan untuk merayakan momentum-momentum ini bertujuan untuk melindungi dan meningkatkan martabat setiap individu di masyarakat.

“Ketika kita melindungi kelompok rentan, menegakkan hak-hak dasar, dan menghentikan kekerasan dalam bentuk apa pun, sesungguhnya kita sedang menjaga marwah dan nilai kemanusiaan,” jelasnya.

Selain itu, ia juga mengajak seluruh warga Belu, terutama para pejabat dan pekerja di berbagai sektor, untuk menjadikan integritas sebagai budaya kerja sehari-hari.

Menurutnya, integritas harus menjadi landasan setiap keputusan dan tindakan yang diambil dalam menjalankan tugas dan kewajiban.

“Bekerjalah dengan jujur, bertindaklah dengan nurani, dan layani dengan tulus untuk Belu yang lebih bermartabat,” pungkasnya dalam pidato

Acara peringatan yang diadakan oleh Kejari Belu diharapkan dapat meningkatkan kesadaran para penegak hukum, pemerintah dan masyarakat akan pentingnya penegakkan hukum dan integritas, serta menumbuhkan semangat kolektif dalam membangun Belu yang bebas korupsi dan lebih bermartabat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *