Jalur Jalan Belu-Malaka Rusak, Bupati Minta DPRD NTT Bantu Perjuangkan Perbaikan

BERITA, DAERAH179 Dilihat

Jalur Jalan Belu-Malaka Rusak, Bupati Minta DPRD NTT Bantu Perjuangkan PerbaikanAtambua, Grandisma.comJalur jalan penghubung Kabupaten Belu dan Kabupaten Malaka mengalami kerusakan yang signifikan.

Hal ini membuat Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH akhirnya meminta dukungan kepada DPRD Provinsi NTT untuk membantu memperjuangkan perbaikan infrastruktur tersebut.

Permintaan ini disampaikan pada pertemuan dengan Komisi I, III, dan V DPRD Provinsi NTT pada Selasa (25/2/2026).

Pertemuan tersebut digelar di ruang kerja Bupati Belu sebagai bagian dari kunjungan kerja dewan provinsi ke wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste.

Berbagai persoalan infrastruktur dibahas secara mendalam antara pemerintah daerah dan dewan provinsi.

Bupati Willy Lay menjelaskan bahwa jalur jalan Teun yang menghubungkan Belu dan Malaka memiliki peran sangat penting bagi mobilitas masyarakat perbatasan.

Kerusakan yang terjadi menyebabkan kesulitan dalam transportasi barang dan orang antar kedua kabupaten.

“Kami meminta dukungan DPRD Provinsi NTT untuk mengawal usulan perbaikan ruas jalan Teun yang menghubungkan Kabupaten Belu dan Kabupaten Malaka,” ujarnya.

Jalur ini dianggap sebagai salah satu akses strategis bagi perkembangan ekonomi wilayah perbatasan.

Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa terdapat beberapa ruas jalan lain di Belu yang mengalami kerusakan akibat longsor.

Ruas jalan yang dibangun melalui dana APBN mengalami longsor di Kilometer 6 dan Kilometer 7, serta ruas jalan Atambua–Wedomu yang juga membutuhkan perhatian serius.

“Ruas jalan yang dibangun melalui dana APBN mengalami longsor di Kilometer 6 dan Kilometer 7, serta beberapa ruas jalan lainnya seperti ruas Teun dan Atambua–Wedomu yang perlu mendapat perhatian serius,” jelasnya.

Kondisi ini mempengaruhi aktivitas ekonomi dan pelayanan publik di daerah.

Bupati Willy Lay mengusulkan agar desain pembangunan jalan yang digunakan pemerintah pusat dapat diadopsi oleh pemerintah provinsi.

Konstruksi yang digunakan pada jalan APBN dinilai memiliki kualitas baik dan terbukti tahan lama terhadap kondisi alam yang ekstrem.

“Kami mengusulkan agar desain pembangunan jalan yang digunakan pemerintah pusat dapat diadopsi oleh pemerintah provinsi karena dinilai memiliki kualitas konstruksi yang baik dan terbukti tahan lama,” katanya.

Ia menambahkan bahwa perbaikan infrastruktur jalan tidak hanya penting bagi mobilitas masyarakat, tetapi juga untuk mendukung sektor pariwisata dan perdagangan perbatasan.

Jalan yang baik diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan daya saing wilayah.

Bupati Willy Lay menyampaikan apresiasi atas kunjungan dewan provinsi ke Belu.

Ia berharap bahwa aspirasi terkait infrastruktur jalan akan disuarakan secara maksimal oleh DPRD NTT kepada pemerintah provinsi dan pusat.

“Kami berharap Bapak dan Ibu dapat menyuarakan aspirasi dari perbatasan untuk membangun NTT, membangun Belu, dan membangun Indonesia,” ujarnya.

Perbaikan jalur jalan Belu-Malaka diharapkan dapat segera direalisasikan guna mendukung pembangunan daerah.

“Semoga kunjungan ini membawa perubahan bagi Kabupaten Belu,” pungkasnya.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Plt. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTT, Semuel Halundaka, S.IP., M.Si serta pimpinan OPD Kabupaten Belu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *