Gibran Tinjau Pelatihan AI dan Robotik di PP Dalwa Pasuruan, Santri Didorong Kuasai Teknologi

BERITA, PENDIDIKAN12 Dilihat

Gibran Tinjau Pelatihan AI dan Robotik di PP Dalwa Pasuruan, Santri Didorong Kuasai TeknologiPASURUAN, GRANDISMA.COM – Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau pelatihan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) dan robotik bagi para santri Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah (PP Dalwa), Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (16/10/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari dorongan untuk memperkuat kemampuan teknologi generasi muda di lingkungan pendidikan pesantren.

Dalam kunjungan itu, Gibran juga bersilaturahmi dengan jajaran pengasuh dan para kiai PP Dalwa.

Pertemuan tersebut mempertemukan agenda pengembangan teknologi dengan lingkungan pendidikan keagamaan yang selama ini berperan dalam membentuk karakter, pengetahuan, dan nilai-nilai kehidupan para santri.

Dalam arahannya, Wapres menekankan bahwa pembelajaran AI dan robotik penting untuk membekali santri dengan pola pikir kritis, kemampuan berpikir komputasional, serta keterampilan memecahkan masalah atau problem solving.

Kemampuan tersebut dinilai relevan untuk menghadapi perubahan dunia kerja dan perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Gibran mendorong agar santri tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memahami cara kerja, mengembangkan, dan memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan inovasi.

Penguasaan dasar pemrograman atau coding menjadi salah satu keterampilan yang dapat membuka peluang bagi santri untuk berpartisipasi dalam ekosistem digital.

Saat meninjau pelatihan, Wapres turut mengapresiasi inovasi berbasis coding yang dikembangkan para santri.

Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan pesantren dapat menyediakan ruang bagi peserta didik untuk mempelajari keterampilan teknologi sekaligus mengembangkan kreativitas.

Perkembangan AI membuka berbagai peluang, mulai dari otomasi pekerjaan, pengolahan data, pengembangan perangkat lunak, hingga pemanfaatan teknologi untuk membantu kegiatan pendidikan dan pelayanan masyarakat.

Namun, peluang tersebut membutuhkan pemahaman yang memadai agar teknologi digunakan secara tepat dan tidak menimbulkan ketergantungan tanpa pemahaman.

Wapres juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas tenaga pengajar.

Guru dan pendidik perlu memperoleh dukungan agar mampu memahami teknologi baru, membimbing santri dalam proses belajar, serta menilai informasi dan hasil yang dihasilkan oleh sistem AI secara kritis.

Dalam konteks pesantren, penguasaan teknologi perlu berjalan seiring dengan pembentukan akhlak dan tanggung jawab.

Santri didorong memanfaatkan kecakapan digital secara bijak, etis, dan bertanggung jawab sesuai nilai agama serta norma sosial yang berlaku.

Pengembangan pembelajaran AI dan robotik juga membutuhkan dukungan berkelanjutan berupa fasilitas, kurikulum yang sesuai, pendampingan tenaga pengajar, serta akses terhadap perangkat dan konektivitas internet.

Tanpa dukungan tersebut, kesempatan belajar teknologi berisiko hanya dinikmati oleh lembaga pendidikan dengan sumber daya memadai.

Kunjungan Gibran ke PP Dalwa menegaskan pentingnya memperluas akses keterampilan digital ke berbagai lingkungan pendidikan, termasuk pesantren.

Jika dikembangkan secara berkelanjutan, pembelajaran AI dan robotik dapat membantu santri menjadi generasi yang berpengetahuan, berkarakter, serta mampu berkontribusi dalam perkembangan teknologi Indonesia..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *