Ekonomi NTT 2025 Tumbuh 5,14 Persen, Melki Laka Lena Dorong Hilirisasi Pertanian

BERITA, DAERAH, EKONOMI13 Dilihat

Ekonomi NTT 2025 Tumbuh 5,14 Persen, Melki Laka Lena Dorong Hilirisasi PertanianKUPANG, GRANDISMA.COM – Pertumbuhan ekonomi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tahun 2025 mencatatkan angka impresif sebesar 5,14 persen secara tahunan (year on year). Capaian ini secara resmi melampaui rata-rata pertumbuhan nasional yang berada di angka 5,12 persen.

​Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan capaian tersebut dalam forum ekonomi di Hotel Harper, Kupang, Kamis (23/4). Ia menyebut fondasi ekonomi daerah kini semakin kokoh menghadapi dinamika transformasi nasional.

​Kenaikan signifikan ini terlihat jelas jika dibandingkan dengan performa tahun sebelumnya yang hanya menyentuh 3,87 persen. Melki menilai lonjakan ini didorong oleh sektor riil yang mulai bergerak masif di tingkat akar rumput.

​Sektor pertanian menjadi penopang utama karena menyerap sebagian besar tenaga kerja di NTT. Hal ini membuat pertumbuhan ekonomi tahun 2025 dinilai lebih inklusif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

​”Pemerintah Provinsi NTT terus mendorong transformasi ekonomi berbasis potensi daerah melalui peningkatan produksi di berbagai sektor strategis,” ujar Melki di hadapan para pelaku usaha.

​Namun, Gubernur menekankan bahwa pemerintah tidak boleh berpuas diri hanya dengan angka statistik. Tantangan berikutnya adalah bagaimana menjaga keberlanjutan pertumbuhan tersebut melalui hilirisasi komoditas.

​Hilirisasi menjadi kunci agar nilai tambah ekonomi tetap berputar di dalam wilayah NTT. Melki tidak ingin komoditas unggulan dikirim keluar daerah dalam bentuk bahan mentah tanpa pengolahan lebih lanjut.

​Sektor peternakan dan perikanan juga dipacu untuk masuk ke tahap industri pengolahan. Melalui langkah ini, lapangan kerja baru diharapkan dapat tercipta bagi generasi muda di pelosok NTT.

​Selain itu, inflasi di NTT tercatat tetap terjaga pada level rendah, yakni 2,39 persen. Stabilitas harga pangan menjadi faktor krusial yang menjaga daya beli masyarakat selama setahun terakhir.

​Melki mengapresiasi kerja keras Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang mampu meredam gejolak harga di tengah ketidakpastian iklim. Sinergi lintas lembaga diakui sebagai rahasia di balik stabilnya ekonomi NTT.

​Dalam forum tersebut, Gubernur mengajak perbankan untuk lebih berani menyalurkan kredit ke sektor produktif. Penguatan modal bagi UMKM dianggap sebagai vitamin bagi mesin ekonomi daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *