Dua Putra Rai Belu Jalani Misa Syukur Perdana, Wabup Vicente Tekankan Pentingnya Teladan Imamat Bagi Kaum Muda

BERITA, RELIGI38 Dilihat

Dua Putra Rai Belu Jalani Misa Syukur Perdana, Wabup Vicente Tekankan Pentingnya Teladan Imamat Bagi Kaum MudaBELU, GRANDISMA.COM – Suasana haru dan Penuh sukacita menyelimuti Paroki Sta. Maria Bunda Penebus, Umanen Fatuketi, Minggu (4/10).

Ribuan umat Katolik berkumpul untuk merayakan Misa Syukur Perdana atas tahbisan dua putra terbaik Kabupaten Belu, Pater Yosef Mario Ambasan, SVD dan Pater Robertus Bellarminus Meak, Sch.P.

​Jajaran Pemerintah Kabupaten Belu yang diwakili oleh Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, hadir secara langsung guna memberikan apresiasi atas anugerah panggilan imamat tersebut.

Bagi pemerintah daerah, peristiwa ini merupakan bukti dinamika spiritual masyarakat perbatasan yang terus melahirkan tokoh-tokoh pelayanan rohani bagi Gereja dan masyarakat luas.

​Wakil Bupati Belu menyampaikan pesan hangat serta ucapan selamat kepada kedua imam baru beserta seluruh keluarga besar.

Kehadiran imam baru dinilai menjadi tanda nyata bahwa Tuhan senantiasa memanggil putra daerah dari tanah Belu untuk mendedikasikan hidup dalam pelayanan kemanusiaan dan spiritual.

​Dalam sambutannya, Wabup Vicente secara khusus mengulas makna mendalam di balik motto tahbisan yang dipilih oleh Pater Robertus Bellarminus Meak, Sch.P. Motto “Lebih berbahagia memberi daripada menerima” yang disadur dari Kisah Para Rasul 20:35 dinilai menjadi tamparan keras bagi dinamika kehidupan modern yang cenderung individualistis.

​Pemerintah daerah menganggap prinsip dasar dalam motto tersebut sangat relevan untuk membangun semangat kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Keberadaan imam baru diharapkan mampu menyebarkan nilai-nilai kerelaan berkorban demi kesejahteraan sesama tanpa memandang latar belakang.

​Sementara itu, motto yang diusung oleh Pater Yosef Mario Ambasan, SVD, yakni “Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak itu” dari Matius 15:32, dinilai sebagai pilar kepekaan sosial.

Motto ini memanggil seorang gembala untuk senantiasa mendengarkan keluh kesah masyarakat kecil serta hadir bagi kaum yang lemah dan menderita.

​Di hadapan ribuan umat, Vicente menegaskan pentingnya teladan imamat untuk menginspirasi generasi muda di wilayah perbatasan RI-Timor Leste.

Doa serta pola hidup suci para imam dipercaya memiliki daya pikat spiritual yang kuat untuk menggerakkan hati kaum muda agar berani mengabdikan diri pada jalan pelayanan universal.

​Perayaan liturgis yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri oleh perwakilan Provinsial SVD Timor, Anggota DPRD Provinsi NTT, jajaran imam konselebran, biarawan-biarawati, tokoh masyarakat, serta tokoh pemuda setempat.

Sinergi antara otoritas gerejani dan pemerintah daerah terlihat kuat sepanjang jalannya acara.

​Mengakhiri perayaan, pihak pemerintah daerah menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada keluarga besar kedua imam baru yang telah mendidik dan menyerahkan putra terbaik mereka.

Diharapkan kedua imam baru terus menjaga kerendahan hati dan menjadi jembatan persaudaraan Kristiani di mana pun mereka ditugaskan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *