ATAMBUA, GRANDISMA.COM – Komandan Kodim 1605/Belu yang baru, Letkol Arh Ariestyo Ardyanto, menegaskan komitmennya untuk menjalankan filosofi TNI sebagai tentara rakyat, Senin, (8/6).
Lulusan Akademi Militer tahun 2007 ini menyatakan merasa terhormat mendapat kepercayaan bertugas di wilayah Kabupaten Belu dan Malaka, yang ia puji sebagai daerah yang kaya akan kehangatan sosial serta keindahan tradisi budaya.
​Dalam pidato perdananya, Letkol Arh Ariestyo memberikan apresiasi tinggi terhadap fondasi yang diletakkan oleh pendahulunya.
Ia menilai hubungan kerja sama antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah di Belu sudah berjalan sangat kokoh dan harmonis.
Tugas utamanya kini adalah melanjutkan tongkat estafet tersebut tanpa mengurangi intensitas kehadiran TNI di tengah-interaksi sosial masyarakat.
​Sebagai bentuk keterbukaan institusi militer terhadap publik, Letkol Ariestyo menegaskan sebuah kebijakan simbolis yang penting.
“Pintu Markas Kodim 1605/Belu akan selalu terbuka lebar untuk masyarakat Belu,” tegasnya.
Pendekatan ini diambil guna memastikan bahwa setiap aspirasi, keluhan, maupun kebutuhan warga di tapal batas dapat direspons dengan cepat dan tepat oleh personel TNI.
​Komitmen kesiapan aparat keamanan ini langsung diuji dengan agenda besar daerah yang sudah di depan mata.
Bupati Belu Willybrodus Lay memanfaatkan momentum lepas sambut ini untuk mengajak seluruh jajaran Forkopimda, termasuk Dandim yang baru, untuk bersama-sama mengamankan dan menyukseskan gelaran akbar Festival Fulan Fehan.
​Festival kebudayaan bergengsi tersebut dijadwalkan berlangsung pada tanggal 25 hingga 27 Juni mendatang.
Festival Fulan Fehan dirancang bukan sekadar sebagai ajang hiburan, melainkan sebagai ruang strategis untuk mempromosikan potensi pariwisata daerah ke kancah nasional maupun internasional, sekaligus memperkuat integrasi sosial antarinstansi dan masyarakat lokal.
​Dengan adanya jaminan keamanan dan dukungan penuh dari kepemimpinan baru Kodim 1605/Belu, optimisme terhadap kesuksesan Festival Fulan Fehan semakin menguat.
Kolaborasi perdana antara Letkol Ariestyo dan Pemerintah Kabupaten Belu ini diharapkan menjadi langkah awal yang solid dalam membuktikan bahwa sinergi militer-pemerintah mampu mendorong kemajuan sektor budaya dan ekonomi di kawasan perbatasan.






