SOE, GRANDISMA.COM – Upaya peningkatan kelas RSU Muder Ignacia Soe menjadi rumah sakit tipe D kini telah mencapai angka 75 persen.
Pihak manajemen tengah berpacu dengan waktu untuk memenuhi standardisasi medis ketat yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.
Guna memenuhi syarat minimal rumah sakit tipe D, manajemen merencanakan penambahan kapasitas tempat tidur dari semula 30 unit menjadi sedikitnya 50 unit, serta melengkapi jajaran dokter spesialis yang mencakup spesialis penyakit dalam, bedah, dan anak.
​Direktur RSU Muder Ignacia, dr. Hironimus Fernandez, merinci bahwa pemenuhan fasilitas penunjang seperti laboratorium radiologi, patologi klinik, hingga mikrobiologi terus dikebut seiring diresmikannya gedung utama.
Peningkatan status ini dinilai krusial agar rumah sakit dapat menjalin kerja sama yang lebih luas dengan BPJS Kesehatan tingkat lanjut.
Hal ini akan memperluas cakupan proteksi kesehatan bagi warga kurang mampu di pedalaman Timor Tengah Selatan yang selama ini kesulitan mengakses dokter spesialis.
​Momentum perubahan fisik ini mendapat atensi spiritual mendalam dari Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, yang memimpin upacara pemberkatan gedung.
Di hadapan para pejabat daerah, Uskup mengingatkan dengan tegas bahwa kemegahan arsitektur dan kelengkapan teknologi medis akan kehilangan maknanya jika kehilangan jiwa pelayanannya.
Rumah sakit diperingatkan untuk tetap berpegang pada misi profetisnya sebagai tempat pemulihan yang menghargai martabat manusia.
​”Gedung yang megah dan fasilitas yang lengkap hanya akan memiliki makna apabila di dalamnya terus hidup semangat kasih, pengorbanan, profesionalitas, dan integritas,” ujar Mgr. Hironimus Pakaenoni.
Ia meminta agar sistem manajemen rumah sakit tidak terjebak pada komersialisasi medis, melainkan harus tetap menempatkan keselamatan pasien dan empati di atas kepentingan profit lembaga.
​Pihak gereja memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para suster RVM dan para dokter yang tetap bertahan melayani di daerah dengan tantangan geografis yang berat.
Tantangan pelayanan kesehatan ke depan di NTT dinilai bukan lagi sekadar urusan pengadaan alat digital, melainkan komitmen moral sumber daya manusia untuk setia mengabdi di daerah pelosok.
Uskup berharap rumah sakit ini menjadi oasis penghiburan bagi orang-orang kecil yang menderita sakit.
