Bupati Willy Lay Sambut Dekan Baru Unhan, Tegaskan Belu Sebagai Tanah Sahabat di Beranda Negara

BERITA, DAERAH119 Dilihat

Bupati Willy Lay Sambut Dekan Baru Unhan, Tegaskan Belu Sebagai Tanah Sahabat di Beranda NegaraBELU, GRANDISMA.COM – Hubungan strategis antara Pemerintah Kabupaten Belu dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui jalur akademis memasuki babak baru yang semakin erat.

Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH, secara resmi memimpin upacara penyambutan kedatangan Dekan Fakultas Vokasi Logistik Militer (FVLM) Universitas Pertahanan RI Ben Mboi, Brigjen TNI Dr. Triadi Murwanto, SE., M.M, di wilayah pesisir Kakuluk Mesak, Senin (15/6).

Pertemuan tingkat tinggi ini menandai komitmen awal kedua institusi dalam memperkuat ketahanan wilayah pertahanan melalui pemulihan kualitas sumber daya manusia di tapal batas RI-Timor Leste.

​Dalam sambutannya, Bupati Willy Lay secara khusus menyematkan untaian kata filosofis yang mendalam saat menyapa sang jenderal bintang satu tersebut.

Menggunakan bahasa Tetun yang menjadi bahasa ibu masyarakat perbatasan, Willy Lay menjelaskan frasa historis “Rai Belu” yang memiliki arti harfiah sebagai “Tanah Sahabat.”

Sapaan adat ini ditegaskannya bukan sekadar formalitas protokoler pemerintahan, melainkan sebuah pernyataan ideologis mengenai karakter dasar masyarakat Belu yang selalu membuka pintu persaudaraan bagi siapa saja yang datang membawa niat baik demi pembangunan daerah.

​”Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Belu menyampaikan selamat datang untuk Bapak Dekan UNHAN yang baru hari ini kita terima di Belu. Selamat datang di tanah sahabat,” ujar Bupati Willy Lay.

Ia menambahkan bahwa kehangatan persahabatan yang tulus menjadi modal sosial terbesar Kabupaten Belu dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah perbatasan, di mana sinergi antara warga sipil dan korps militer kedepannya harus berjalan beriringan tanpa sekat birokrasi yang kaku.

​Kehadiran FVLM Unhan Ben Mboi di Atambua dinilai berhasil mengubah lanskap geopolitik wilayah perbatasan yang dulunya diidentikkan dengan konflik pasca-jajak pendapat, kini menjelma menjadi pusat pemikiran strategis pertahanan negara.

​Selain membahas aspek filosofis, pertemuan bilateral di awal pekan ini juga menyoroti tantangan riil yang sedang dihadapi oleh masyarakat perbatasan. Bupati Willy Lay memaparkan karakteristik geografis unik wilayah Belu yang didominasi iklim semi kering dengan durasi musim kemarau yang jauh lebih panjang daripada musim hujan. Kondisi alam yang menantang ini justru diharapkan menjadi laboratorium alam bagi para taruna Unhan untuk menciptakan inovasi teknologi logistik militer yang adaptif terhadap krisis air.

​Acara penyambutan ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas kesehatan dan kesempatan untuk merajut kerja sama yang transformatif.

Kehadiran Brigjen TNI Triadi Murwanto diharapkan membawa angin segar bagi iklim akademik di perbatasan, sekaligus menjadi motor penggerak percepatan pembangunan ekonomi.

Sinergi antara Pemkab Belu dan Unhan kini resmi bergulir, membawa harapan baru bagi kemajuan masyarakat di sepanjang garis batas negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *