Bukan Sekadar Gelar Juara, Kepala SMKN 2 Kupang Apresiasi Dedikasi Guru di Balik Prestasi IoT NTT 2026

BERITA, PENDIDIKAN3 Dilihat

Bukan Sekadar Gelar Juara, Kepala SMKN 2 Kupang Apresiasi Dedikasi Guru di Balik Prestasi IoT NTT 2026

Bukan Sekadar Gelar Juara, Kepala SMKN 2 Kupang Apresiasi Dedikasi Guru di Balik Prestasi IoT NTT 2026KUPANG, GRANDISMA.COM – Prestasi SMK Negeri 2 Kupang sebagai Grand Champion dalam ajang 2026 IoT NTT Bootcamp dan Challenge bukan hanya menjadi kebanggaan peserta didik, tetapi juga bentuk apresiasi terhadap dedikasi guru pendamping dan dukungan sekolah dalam mengembangkan potensi generasi muda.

Kegiatan yang berlangsung pada 12–17 Oktober 2026 di Hotel Sahid T-More, Kota Kupang, tersebut diikuti 100 peserta dari 25 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Nusa Tenggara Timur.

Para peserta mengikuti rangkaian pelatihan, praktik, dan kompetisi yang berfokus pada pengembangan keterampilan digital, khususnya teknologi Internet of Things (IoT).

Kepala SMKN 2 Kupang, Hebner Dakabesi, menyampaikan bahwa prestasi yang diraih peserta didik merupakan hasil dari proses pembelajaran, kerja keras, serta dukungan berbagai pihak.

Ia menegaskan bahwa sekolah berupaya mendampingi siswa dalam meraih cita-cita, memperluas wawasan, dan mengembangkan kemampuan sesuai bidang keahlian mereka.

Menurut Hebner, pendidikan tidak terbatas pada kegiatan belajar mengajar di dalam kelas.

Pengalaman mengikuti pelatihan dan kompetisi memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk menguji kemampuan, mengenali potensi diri, serta belajar menghadapi tantangan secara langsung.

Di balik proses tersebut, guru pendamping memiliki peran penting. Kesediaan guru meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk membimbing siswa menjadi salah satu unsur yang mendukung proses persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.

Pendampingan juga membantu membangun kedisiplinan, tanggung jawab, kepercayaan diri, dan kemampuan bekerja sama.

Keberhasilan meraih Grand Champion dalam kompetisi IoT NTT 2026 sekaligus menunjukkan pentingnya hubungan yang kuat antara pembelajaran, pendampingan, dan kesempatan berkompetisi.

Lingkungan sekolah yang memberi ruang bagi kreativitas dapat membantu peserta didik mengembangkan pengetahuan menjadi keterampilan yang lebih aplikatif.

 

Di tengah perkembangan teknologi digital, Hebner berharap capaian tersebut tidak membuat siswa cepat berpuas diri.

Sebaliknya, prestasi itu diharapkan menjadi pemacu untuk terus belajar, berani mencoba hal baru, dan mengembangkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk dalam sektor pertanian, peternakan, energi, dan lingkungan.

Prestasi ini juga menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendidikan vokasi tidak hanya diukur dari gelar yang diperoleh, tetapi juga dari proses pembentukan karakter, kompetensi, dan kesiapan peserta didik menghadapi dunia kerja serta perubahan teknologi.

Dengan dukungan sekolah dan dedikasi para guru, SMKN 2 Kupang diharapkan terus menumbuhkan budaya belajar dan berprestasi yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *