Wabub Belu Pimpin Rapat FKUB, Rencanakan Narasi Digital Untuk Promosikan DSK ke Dunia

BERITA, DAERAH, RELIGI413 Dilihat

ATAMBUA, GRANDISMA.COM -Wakil  Bupati (Wabub) Belu, Vicente Hornai Gonsalves, S.T., secara resmi memimpin Rapat Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang diselenggarakan di Aula Kantor Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat, Rabu (10/12/2025).

Acara ini bertujuan mengevaluasi dan memperkuat program Desa Sadar Kerukunan (DSK) di daerah.

Rapat yang dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belu, pimpinan Otoritas Daerah (OPD), dewan penasehat, pengurus dan anggota FKUB, pelaksana jabatan kepala Desa Naitimu, Babinkamtibmas, serta tokoh agama dan masyarakat Belu membahas strategi pengembangan DSK.

Dalam sambutannya, Wabub Vicente menekankan peran strategis Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama yang dibentuk tahun 2001 untuk merespons konflik sosial berdimensi keagamaan.

Ia menyatakan bahwa kerukunan di Indonesia harus dijaga dan dikembangkan sebagai nilai kebangsaan.

“Indonesia berdiri sebagai oase harmoni di tengah dunia yang penuh konflik. Desa menjadi titik paling otentik untuk membangun dan memelihara kerukunan ini,” ujar Vicente.

Ia menjelaskan bahwa program DSK yang dimulai Kemenag sejak 2016 bertujuan sebagai model hidup berdampingan yang dapat direplikasi secara global.

Dengan penetapan Desa Naitimu sebagai DSK baru, jumlah DSK di Provinsi NTT per Desember 2025 bertambah menjadi 13.

Meskipun Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) Belu menunjukkan tren positif  naik dari 73,09 pada 2022 menjadi 76,47 pada 2024, Wabub Vicente mengakui masih ada tantangan di lapangan, termasuk banyak DSK yang hanya berada di tataran administratif tanpa aktivitas substantif.

Selain itu, tantangan lainnya meliputi keterbatasan regulasi Peraturan Badan Musyawarah Desa (PBM) No. 9 dan 8 Tahun 2006, serta kurangnya insentif dan pelatihan bagi aparatur desa yang menangani program DSK.

“Kami mengusulkan agar Pemerintah Daerah menyediakan mekanisme insentif dan pelatihan, serta menjadikan DSK bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes),” tegasnya.

Salah satu poin penting yang dibahas dalam rapat adalah rencana membangun narasi digital yang kuat untuk mempromosikan DSK Belu dan NTT ke dunia.

Vicente mengusulkan kolaborasi dengan content creator dan influencer lintas iman untuk menyebarkan pesan harmoni.

Ia juga menyarankan agar FKUB fokus pada kegiatan substansial seperti ajang temu gagasan lintas iman, pertukaran kultural, dan yang utama, ekoteologi sebagai bagian dari pengembangan DSK.

“Penanaman kembali pohon di sumber mata air dan tempat strategis lainnya harus menjadi keharusan yang dilaksanakan secara serius dan berkelanjutan. Musim penghujan saat ini adalah momentum yang sempurna untuk hal ini,” tambahnya.

Di akhir rapat, Wabub Vicente menegaskan, DSK harus menjadi desain besar untuk menampilkan wajah Indonesia yang damai dan bermartabat.

Melalui narasi digital, ia berharap model kerukunan di desa-desa Belu dapat menjadi teladan praksis bagi seluruh dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *