Umrah di Tengah Musibah, Bupati Aceh Selatan Akhirnya Minta Maaf ke Presiden, Mendagri dan Seluru Masyrakat

BENCANA, BERITA, DAERAH433 Dilihat

Banda Aceh, Grandisma.com – Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, menyampaikan permohonan maaf atas kepergiannya menunaikan ibadah umrah di tengah kondisi daerahnya sedang dilanda musibah banjir yang meluas.

Permohonan maaf itu disampaikan melalui sebuah video singkat yang dibuatnya dan kemudian disebarkan ke publik pada Senin (9/12/2025).

Dalam video yang berdurasi kurang dari dua menit, Mirwan menyatakan, sebagai Bupati Aceh Selatan, dengan segala kerendahan hati menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya.

Ia mengakui bahwa kepergiannya di tengah situasi darurat telah menimbulkan ketidaknyamanan, keresahan, dan kekecewaan pada banyak pihak.

Permohonan maaf tersebut ditujukan secara khusus kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, serta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.

Selain itu, Mirwan juga mengucapkan maaf kepada Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, yang sebelumnya telah menolak izin kepergiannya untuk menunaikan ibadah umrah.

“Kami menyadari bahwa kepergian kami di tengah musibah menyita perhatian publik dan mengganggu stabilitas nasional,” ungkap Mirwan dalam video tersebut.

Ia menambahkan bahwa keputusan yang diambilnya ternyata tidak sesuai dengan harapan masyarakat dan tanggung jawabnya sebagai pemimpin daerah.

Menurut informasi yang dihimpun, banjir yang melanda Aceh Selatan sejak seminggu yang lalu telah menewaskan sebanyak 12 orang dan mengungsikan lebih dari 5.000 jiwa warga.

Banyak bangunan rumah, fasilitas umum, dan lahan pertanian juga terendam air, menyebabkan kerugian materi yang signifikan.

Selama kepergian Mirwan menunaikan umrah, tugas kepemimpinannya sementara ditangani oleh Wakil Bupati Aceh Selatan. Meskipun demikian, banyak warga dan pihak terkait menyatakan kekhawatiran akan lambatnya penanganan bencana karena ketiadaan bupati di lapangan.

Dalam video penyesalan tersebut, Mirwan juga berjanji akan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap kondisi Kabupaten Aceh Selatan pasca banjir.

Ia menyatakan akan bekerja keras untuk memulihkan kepercayaan publik yang telah terganggu akibat keputusannya tersebut.

“Saya berjanji bahwa kejadian serupa tidak akan terulang di masa yang akan datang. Saya akan lebih cermat dalam mengambil keputusan, terutama ketika daerah sedang menghadapi situasi darurat,” tegasnya.

Ia juga menjanji akan segera kembali ke Aceh Selatan setelah menyelesaikan ibadah umrah.

Keputusan Mirwan mengajukan maaf publik telah mendapatkan tanggapan beragam dari masyarakat.

Beberapa pihak menyambut baik langkah tersebut sebagai tanda kesadaran akan kesalahan, namun sebagian lain masih menuntut adanya tindakan tegas agar tidak terjadi kembali.

Sampai saat ini, Kemendagri telah mengumumkan akan melakukan pemeriksaan terhadap kepergian Mirwan menunaikan umrah di tengah musibah.

Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk menentukan apakah ada pelanggaran aturan atau etika kepemimpinan yang dilakukan oleh bupati tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *