BELU, GRANDISMA.COM – Sinergi lintas negara dalam penanganan kesehatan masyarakat di beranda depan NKRI resmi memasuki babak baru. Komitmen bersama ini dirumuskan dalam pertemuan strategis antara Pemkab Belu, INCSIDA Timor Leste, dan Yayasan Bethesda.
Koordinator CD Bethesda, Almada Lasi, dalam pemaparannya membeberkan data ril terkait tren peningkatan kasus HIV yang memerlukan perhatian serius, khususnya di kawasan perkotaan Atambua sebagai kota transit.
Menindaklanjuti data tersebut, Almada mengusulkan sejumlah langkah aksi kolaboratif konkret yang akan dimatangkan dalam penandatanganan kerja sama lanjutan di Hotel Nusantara, Jumat keesokan harinya.
Rangkaian rencana aksi strategis yang disiapkan mencakup penyediaan “Pojok Baca” dan materi edukasi pencegahan HIV/AIDS pada titik-titik strategis di sepanjang jalur perbatasan.
Selain itu, program intervensi lapangan akan diperkuat melalui penyelenggaraan kampanye kesehatan secara berkala serta pengoperasian layanan Mobile VCT (Voluntary Counseling and Testing).
Layanan pemeriksaan HIV keliling tersebut nantinya difokuskan secara khusus untuk menjangkau kelompok-kelompok berisiko tinggi dengan mobilitas lintas batas yang cukup tinggi.
Rangkaian program kolaboratif ini juga dirancang untuk menyongsong Peringatan Hari AIDS Sedunia melalui edukasi massal, penghapusan stigma sosial, serta peningkatan kualitas hidup Orang Dengan HIV (ODHIV).
Audiensi komprehensif yang turut dihadiri oleh Asisten I Sekda Belu, jajaran perangkat daerah, serta direksi nasional INCSIDA Timor Leste ini ditutup dengan kesiapan penuh menyukseskan program kemanusiaan tersebut.
