Tugas Negara Bukan Hadiah! Wabub Vicente Hornai Blusukan Antar Sembako Ke Panti Bhakti Luhur

BERITA, DAERAH30 Dilihat

Tugas Negara Bukan Hadiah! Wabub Vicente Hornai Blusukan Antar Sembako Ke Panti Bhakti LuhurATAMBUA, GRANDISMA.COM – Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, melakukan kunjungan mendadak atau ‘blusukan’ ke Panti Asuhan Bhakti Luhur Cabang Atambua pada Selasa (28/04/2026).

Dalam kunjungan tersebut, ia menegaskan bahwa pemberian bantuan sosial dari pemerintah bukanlah sebuah “hadiah”, melainkan pemenuhan kewajiban konstitusional negara terhadap warga negara yang paling rentan.

​Kehadiran orang nomor dua di Kabupaten Belu ini bertujuan untuk menyerahkan bantuan logistik secara langsung guna memastikan kebutuhan pangan anak-anak di panti tetap terpenuhi.

Langkah ini dipandang sebagai bentuk nyata dari kehadiran pemerintah daerah di tengah masyarakat yang membutuhkan proteksi sosial di wilayah perbatasan RI-RDTL.

​Wabup Vicente tiba di lokasi yang berada di kompleks Susteran Alma tersebut dengan agenda tunggal: meninjau langsung kondisi fasilitas dan kesehatan para penghuni panti.

Ia disambut oleh pimpinan panti, Suster Aplonia Hoar, yang mengelola belasan anak asuh dengan berbagai latar belakang sosial dan kondisi fisik yang memerlukan perhatian khusus.

Saat menyerahkan bantuan, Vicente menggarisbawahi pentingnya mengubah paradigma pejabat publik dalam melayani masyarakat.

Menurutnya, birokrasi seringkali terjebak dalam rasa bangga yang berlebihan saat memberikan bantuan, padahal hal tersebut adalah tanggung jawab dasar yang telah diamanatkan oleh undang-undang.

​”Negara hadir melalui pemerintah daerah untuk melindungi dan menyejahterakan rakyat, terutama kaum yang lemah. Jadi, apa yang kami bawa hari ini bukanlah hadiah pribadi, melainkan hak kalian yang disalurkan melalui tangan pemerintah,” tegas Vicente di hadapan para suster dan staf pengasuh panti.

​Bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan pokok esensial, di antaranya 250 kilogram beras, 10 dus mi instan, 24 liter minyak goreng, serta 80 kaleng ikan olahan.

Logistik ini diharapkan dapat meringankan beban operasional panti dalam jangka pendek, mengingat ketergantungan mereka yang tinggi pada bantuan pihak ketiga.

​Vicente juga melakukan refleksi diri atas kinerjanya selama ini. Ia mengakui bahwa kesibukan administratif di kantor seringkali membuat para pejabat kurang peka terhadap kondisi nyata di lapangan.

Kunjungan ini, menurutnya, merupakan pengingat bagi seluruh jajaran pemerintahan di Belu untuk lebih sering turun ke akar rumput.

​Di sisi lain, Suster Aplonia Hoar mengapresiasi kedatangan wakil kepala daerah tersebut.

Ia menyebutkan bahwa selama ini panti sangat bergantung pada bantuan dari komunitas keagamaan, seperti Ibu-ibu Legio Maria, sementara perhatian dari sektor pemerintah diharapkan dapat lebih konsisten dan sistematis di masa mendatang.

​Dialog antara pemerintah dan pengelola panti juga menyentuh aspek keberlanjutan. Pihak panti tidak hanya mengharapkan bantuan konsumtif, tetapi juga dukungan sarana prasarana yang dapat membantu mereka mencapai kemandirian ekonomi, agar tidak selamanya bergantung pada bantuan darurat.

​Kunjungan ini diakhiri dengan komitmen dari Wakil Bupati untuk mengevaluasi kebijakan bantuan sosial di Kabupaten Belu.

Ia berjanji akan menyinergikan data panti asuhan dengan program-program strategis daerah guna memastikan tidak ada anak di Belu yang terabaikan dari sistem jaminan sosial negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *