Teknologi Canggih Turun Tangan: Citra Satelit Bantu Selesidiki Gelondongan Banjir Sumatera

BENCANA, BERITA, NASIONAL268 Dilihat

Jakarta, Grandisma.com -Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah mengaktifkan teknologi citra satelit sebagai alat utama untuk menyelidiki asal-usul gelondongan yang terbawa banjir di beberapa daerah Sumatera.

Langkah ini ditujukan untuk mempercepat identifikasi sumber masalah dan merumuskan langkah-langkah pencegahan yang lebih efektif di masa depan.

Acara peluncuran penyelidikan ini dilakukan setelah gelondongan besar menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur dan tempat tinggal warga di provinsi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu.

Banjir yang melanda akhir-akhir ini diperparah oleh arus deras yang membawa banyak material padat, sehingga memperluas cakupan kerusakan dan memperumit penanganan darurat yang sedang berlangsung.

Kepala BNPB, Muhammad Mahfud, menjelaskan bahwa penggunaan citra satelit bertujuan untuk mendapatkan gambaran menyeluruh tentang daerah-daerah potensial yang menjadi sumber gelondongan.

“Kita akan membandingkan citra yang diambil sebelum dan sesudah banjir untuk melihat perubahan di hutan, lereng gunung, dan lahan terbuka yang mungkin menjadi akar masalah,” ujarnya dalam konferensi pers di Kantor BNPB Jakarta, Rabu (3/12).

Di sisi lain, Pejabat Khusus PUPR untuk Penanganan Bencana, Siti Nurhaliza, menyatakan bahwa data dari citra satelit akan membantu tim menentukan lokasi yang paling berisiko terkena pengendapan gelondongan.

“Ini sangat penting untuk merencanakan pembangunan saluran pembuangan air dan struktur penahan gelondongan agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” katanya dalam kesempatan yang sama.

Selain analisis citra satelit, tim ahli yang terlibat dalam penyelidikan juga akan melakukan survei lapangan guna memverifikasi data yang diperoleh.

Survei lapangan mencakup pengukuran ukuran gelondongan, analisis jenis material yang dibawa, serta wawancara dengan warga setempat yang menyaksikan langsung kejadian banjir dan gelondongan.

Menurut data sementara dari BNPB, gelondongan yang terbawa banjir telah memblokir setidaknya 5 saluran irigasi dan merusak 3 jembatan utama di wilayah Sumatera Selatan.

Kerusakan ini mengganggu akses transportasi antar daerah dan pasokan air untuk lahan pertanian, yang berdampak langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat lokal.

Menanggapi hal itu, Ahli lingkungan dari Universitas Indonesia, Prof. Dr. Andi Priyanto, menyatakan bahwa citra satelit adalah alat yang efektif dan efisien untuk mendeteksi penyebab utama gelondongan, seperti penebangan liar, erosi lereng yang parah, dan perubahan penggunaan lahan.

“Data dari satelit dapat menjadi dasar yang kuat bagi pemerintah untuk membuat kebijakan pencegahan yang lebih tepat sasaran,” jelasnya.

BNPB memastikan bahwa hasil penyelidikan menggunakan citra satelit diharapkan dapat diselesaikan dalam waktu 1 minggu ke depan.

Hasilnya akan disampaikan kepada pemerintah pusat dan daerah terkait untuk segera ditindaklanjuti dengan program-program penanggulangan bencana dan pemulihan infrastruktur yang rusak.

Upaya pemerintah menggunakan citra satelit untuk menyelidiki gelondongan di Sumatera diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang penyebab bencana dan membantu membangun ketahanan daerah terhadap dampak banjir.

Kedua pemerintah dan masyarakat diharapkan bekerja sama erat untuk mengimplementasikan semua langkah-langkah pencegahan yang akan diusulkan berdasarkan hasil penyelidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *